KEBUMEN - Polres Kebumen mendapat tugas tambahan dari Polda Jawa Tengah. Yakni, para Bhabinkamtibmas ke depan diminta ikut pro aktif dalam penanganan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, persoalan CTEV yang berkembang di masyarakat tidak cukup hanya ditangani satu institusi. Oleh karenanya, Bhabinkamtibmas akan ditempatkan guna memperkuat upaya deteksi dini sekaligus penanganan kaki pengkor.
"Penanganan kaki bermasalah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja," ungkapnya saat peluncuran program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Kamis (20/8).
Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Integritas Jadi Kunci Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi
AKBP I Putu mengatakan, CTEV pada kaki tidak boleh dianggap sepele. Kelainan bawaan ini menyebabkan kaki bayi atau anak berada dalam posisi mengarah ke bawah dan ke dalam. Pada beberapa temuan, keterlambatan penanganan terjadi karena keluarga sejak awal tidak mengetahui kondisi kaki anak.
Di samping itu sebagian tidak mengetahui akses pelayanan yang tersedia. Berangkat dari persoalan itu keterlibatan polisi berperan sebagai fasilitator antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader kesehatan dan pelayanan kesehatan.
Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), CTEV masih menjadi persoalan akses kesehatan di berbagai negara. Tercatat, satu dari lima orang penderita kaki pengkor tidak mendapatkan akses pengobatan semestinya.
Baca Juga: DKP DIY Pastikan Lima KNMP Rampung Dibangun Tahun Ini, Awali Pembangunan di Dua Lokasi Ini
WHO juga mencatat, lewat penangaan yang tepat, 95 persen lebih anak dengan kaki pengkor tertangani. Sebaliknya, keterlambatan penanganan kaki pengkor mengakibatkan anak sulit berjalan, bahkan berpotensi mengalami disabilitas jangka panjang.
AKBP I Putu menambahkan, Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi menjadi penghubung aktif agar keluarga memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan penanganan CTEV tidak berhenti pada temuan anak dengan kelainan kaki pengkor. Anak juga perlu mendapatkan pemeriksaan, rujukan, terapi, serta pemantauan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Venezuela dan Oposisi Bersatu Perjuangkan 31 Ton Emas di Bank of England
"Rekan-rekan Bhabinkamtibmas dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat secara humanis," pesan kapolres.
Sekretaris Dinkes PPKB Kebumen Indrayani Achmal mengatakan, program polisi peduli CTEV menjadi bagian dari dukungan terhadap program kesehatan di Kebumen. Ia mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang dibangun Polres Kebumen dalam menekan angka CTEV.
"Kami sangat terbantu dari jajaran Polres Kebumen. Semoga program ini berlanjut dan bermanfaat," katanya. (fid)
Editor : Heru Pratomo