Bentuk Dukungan Moral, PCNU Kebumen Kirim 160 Kader ke Lokasi Muktamar NU di Jombang

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:06 WIB
Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi. (M Hafied/Radar Jogja)
Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen memastikan diri untuk ikut dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Pada perhelatan akbar itu 160 kader NU akan dikirim ke lokasi untuk mengikuti rangkaian muktamar.

 

Ketua PCNU Kebumen Imam Satibi mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan sebelum mengikuti rangkaian muktamar yang dijadwalkan bakal berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.

 Dia menegaskan, keterlibatan kader NU Kebumen dalam muktamar sebagai bentuk dukungan moral atas pelaksanaan forum tertinggi di internal NU. "Berangkat pakai tiga bus. Dibagi pas pembukaan dan penutupan," jelasnya kepada Radar Jogja, Kamis (20/8).

 Baca Juga: Sebanyak 17 KKMP Masih Bingung Pilih Usaha, Disperinkop UKM Dampingi Pengurus Susun Model Bisnis

Imam menyebut, 160 kader yang disiapkan ke muktamar berasal dari berbagai struktural NU di tingkat cabang, kecamatan serta badan otonom dan lembaga NU.

Mereka nantinya akan diarahkan untuk menyaksikan dan mengikuti langsung beragam agenda muktamar. "Banyak kegiatan, halaqah dan sebagainya. Harapan kami bisa menyerap ilmu dari kyai yang hadir," ujarnya.

 

Menurut Imam, Muktamar NU tidak boleh dilewatkan begitu saja. Agenda tersebut sebagai ruang penting untuk menentukan arah kebijakan NU ke depan.

Baca Juga: RAPERDA DIY TENTANG PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA #1

Forum srategis itu juga menjadi ajang tukar gagasan untuk penguatan organisasi, baik di sektor pendidikan, ekonomi, sosial serta persoalan keumatan. "Kader yang dikirim kami arahkan untuk belajar. Di sana banyak bertemu orang-orang hebat," ungkapnya.

 

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R Abdullah ikut angkat bicara soal perhelatan Muktamar NU. Dia berharap agenda tersebut sebagai ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi NU. Salah satunya, NU harus ditempatkan sebagai alat untuk kemajuan warga NU itu sendiri. "Kemajuan banyak hal, misal dari segi pendidikan, dakwah, kesehatan dan sosial dan sebagainya," bebernya.

 

Dia melihat, tidak sedikit pekerjaan rumah bagi NU yang perlu segera dientaskan. Disinilah muktamar menjadi tonggak untuk menentukan rencana strategis ke depan. Taufiq juga mengingatkan pentingnya seluruh pihak menjaga NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat.

"Bagaimana muktamar ini bisa menjadi solusi maupun inspirasi bagi pengurus NU di wilayah dan cabang," katanya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
imam satibi muktamar NU Jombang PCNU Kebumen dukungan moral NU