Diverifikasi KLHK RI, Desa Karangrejo Borobudur Disiapkan Naik Kelas Jadi Proklim Lestari

Naila Nihayah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:23 WIB
Warga menanam bibit pohon gayam di bantaran sungai Desa Karangrejo.
Warga menanam bibit pohon gayam di bantaran sungai Desa Karangrejo.

MUNGKID - Desa Karangrejo, Borobudur disiapkan naik kelas menjadi Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari setelah pernah meraih predikat Proklim Utama. Berbagai upaya konservasi lingkungan terus diperkuat, mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air hingga pengembangan ketahanan pangan.

 

Kepala Desa Karangrejo, Muhamad Hely Rofikun menuturkan, desanya telah menjalani verifikasi lapangan calon Proklim Lestari yang dilakukan KLHK RI, beberapa waktu lalu. "Tahun ini kami ditargetkan naik menjadi Lestari, sehingga kegiatan konservasi terus kami lakukan," katanya, Selasa (18/8).

 

Dia berharap, berbagai kegiatan yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi menjadi kebiasaan warga dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan warga.

 Baca Juga: Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Surati Presiden Prabowo, Minta Restitusi dan Usut Tuntas

Dia menjelaskan, Karangrejo merupakan satu dari 20 desa di Kecamatan Borobudur yang mendeklarasikan diri sebagai desa wisata berbasis budaya dan potensi alam. Desa tersebut memiliki luas sekitar 174 hektare, terbagi dalam enam dusun, dengan jumlah penduduk mencapai 3.038 jiwa.

 

Satu kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya pelestarian lingkungan adalah Punthuk Setumbu. Kawasan tersebut menjadi satu destinasi wisata unggulan di Karangrejo karena berada tidak jauh dari Candi Borobudur.

 

Upaya tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari langkah desa memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mempertahankan potensi wisata berbasis alam. Dia menilai, keberlanjutan lingkungan menjadi kebutuhan penting karena kehidupan warga dan aktivitas wisata sama-sama bergantung pada kondisi alam.

 Baca Juga: Hardjuno: Indonesia Perlu Kembali Menemukan Arah Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid mengatakan, penanganan perubahan iklim tidak cukup dilakukan pemerintah melalui kebijakan dari atas. Aksi di tingkat desa dan keterlibatan warga justru menjadi bagian penting untuk memastikan program adaptasi dan mitigasi berjalan dalam jangka panjang.

 

Menurutnya, proklim bukan sekadar mengejar penghargaan. Tetapi merupakan gerakan warga untuk membangun desa yang tangguh menghadapi perubahan iklim dan mandiri dalam mengelola sumber daya alam. "Serta konsisten menjaga kelestarian lingkungan," bebernya.

 

Dia menyebut, Karangrejo memiliki modal untuk satu pusat pengembangan proklim di Kabupaten Magelang. Desa tersebut tidak hanya menjalankan program lingkungan di wilayahnya, tetapi juga telah membina 14 desa mitra proklim di Kecamatan Borobudur. (aya)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Borobudur Desa Karangrejo KLHK proklim ketahanan pangan