MAGELANG - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di kota dan Kabupaten Magelang resmi berakhir. Tidak hanya pembangunan fisik, program tersebut juga menyasar penguatan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kesehatan, kebangsaan, hingga keamanan.
TMMD Sengkuyung Tahap III di Kabupaten Magelang dipusatkan di Dusun Kuwarakan, Giri Kulon, Secang. Infrastruktur yang dibangun mencakup cor blok jalan sepanjang 500 meter, lebar 2,5 meter, dengan ketebalan 12 sentimeter.
Selain jalan, satgas juga membangun talut senderan sepanjang 70 meter dengan tinggi 1,3 meter. Pembangunan saluran air sepanjang 400 meter juga diselesaikan untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.
Baca Juga: Adrian Dalmau Ungkap Percakapan dengan Van Gastel Jadi Pembeda di Balik Keputusannya Bergabung
Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Satrio Budi Bowo Leksono menuturkan, TMMD tidak semata-mata ditujukan untuk membangun jalan, talud, maupun fasilitas fisik lainnya. Program tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Tema TMMD tahun ini, "TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa", menurut dia, dapat menempatkan desa sebagai satu fondasi penting pembangunan. "Karena itu, pembangunan yang merata di desa akan memperkokoh kedaulatan NKRI," ujarnya, Kamis (13/8).
Pembangunan fisik tersebut berjalan bersamaan dengan program nonfisik. Warga mendapatkan penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, serta kesehatan.
Baca Juga: Momentum Kemerdekaan, Dua Bendera Merah Putih Raksasa Bakal Dibentangkan di Gunung Andong Magelang
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta masyarakat ikut merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dikerjakan selama pelaksanaan TMMD. Jalan, talut, maupun saluran air yang telah dibangun akan lebih lama memberikan manfaat apabila dirawat secara bersama-sama.
Di Kota Magelang, TMMD Sengkuyung Tahap III dipusatkan di Kelurahan Tidar Selatan, Magelang Selatan. Program yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu menuntaskan pembangunan talud Kali Gandekan di RW IV dengan capaian 100 persen.
Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso mengatakan, pembangunan talut tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Terutama dalam mendukung kondisi lingkungan dan keamanan kawasan sekitar Kali Gandekan.
Baca Juga: Dampak PP Nomor 16/2026: Gaji Lurah dan Pamong Kulon Progo Terancam Dipangkas Hingga Rp 800 Ribu
"Alhamdulillah TMMD hari ini resmi ditutup. Pembangunan talut 40x8 meter di Tidar Selatan sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata Sri Harso.
Pembangunan talut tersebut didukung melalui APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kota Magelang. Sri Harso berharap, hasil pembangunan tidak berhenti sebagai proyek fisik, tetapi benar-benar dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (aya)
Editor : Heru Pratomo