RADAR JOGJA – Kegiatan setiap tahun yang tak pernah terlewati dan paling dinanti masyarakat Solo dan Yogyakarta yakni Sekaten.
Di Solo, tradisi diawali dengan prosesi selametan sebagai bentuk ucapan syukur, lalu seremoni pembukaan sebagai tanda telah dimulainya seluruh rangkaian tradisi.
Pembukaan Sekaten 2026 diselenggarakan pada 2 Agustus 2026 di Area Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat, tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tahun 2026 ini, Sekaten Surakarta 2026 digelar di lokasi berbeda, yakni di alun-alun lor dan alun-alun kidul.
Baca Juga: Habib Bahar dan Ormas Islam Datangi Lokasi The Sounds Project Usai Challenge Surat Ad-Dhuha Viral
Miyosaken Gangsa dilaksanakan di alun-alun utara yang merupakan prosesi mengeluarkan dan menabuh gamelan pusaka.
Puncaknya adalah Grebek Maulud atau Gunungan Sekaten.
Lalu yang banyak dinantikan oleh para warga adalah pasar malam sekaten yang menghadirkan sejumlah wahana permainan, stan UMKM, pameran produk, mainan anak, pakaian tradisional, juga festival kuliner khas yang dapat menarik minat masyarakat sekitar maupun wisatawan yang melancong.
Dikarenakan konflik suksesi Keraton Kasunanan Surakarta yang belum selesai.
Baca Juga: Habib Bahar dan Ormas Islam Datangi Lokasi The Sounds Project Usai Challenge Surat Ad-Dhuha Viral
Maka dari itu, alun-alun lor dan kidul mempunyai jadwalnya masing-masing.
Bermula dari alun-alun kidul atau kubu Pakubuwono XIV Purboyo yang menggelar pasar malamnya pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 hingga pada tanggal 5 September 2026 selama 1 bulan lebih 11 hari.
Sedangkan alun-alun lor atau kubu Pakubuwono XIV Mangkubumi memulai pasar malam 2 Agustus 2026 hingga 30 Agustus 2026 selama 28 hari, sehingga pasar malam di alun-alun lor lebih singkat daripada di alun-alun kidul.
Editor : Meitika Candra Lantiva