Harga telur ayam ras di tingkat peternak Magelang anjlok akibat populasi dan produksi yang berlebih. Kini harganya di kisaran Rp 20.500 - Rp 21.000 per kilogram (kg). Kondisi itu membuat peternak terpaksa melakukan afkir dini untuk menekan biaya pakan dan mengurangi kerugian yang terus membesar.
Anggota Paguyuban Peternak Petelur Magelang (P3M), Arif Sosiawan menuturkan, tekanan terhadap peternak telah berlangsung sejak sekitar April 2026.
Penurunan harga ayam dan telur terjadi ketika biaya produksi justru masih tinggi, terutama akibat mahalnya pakan. "Penurunan harga ayam dan telur itu karena overpopulasi dan overproduksi. Kalau overpopulasi otomatis overproduksi," kata Arif, Selasa (11/8).
Baca Juga: Emoh Tanda Tangan tanpa Kejelasan Spesifikasi, Lurah di Gunungkidul Kritisi Serah Terima Aset KDMP
Dia menjelaskan, bertambahnya populasi ayam petelur membuat pasokan telur di pasar meningkat. Ketika produksi melampaui kemampuan pasar menyerap, harga praktis tertekan. Terlebih, kata dia, daya beli masyarakat cenderung melemah. Akibatnya, peternak tidak bisa menaikkan harga mengikuti kenaikan biaya produksi.
Di tingkat peternak, harga telur saat ini hanya sekitar Rp 20.500 per kg. Padahal, harga pokok penjualan (HPP) berada di kisaran Rp 22.000 per kg apabila harga pakan dapat ditekan di bawah Rp 7.000 per kg.
Dengan kondisi tersebut, peternak harus menanggung selisih sekitar Rp 1.500 per kg. Kerugian itu terjadi setiap hari karena ayam terus berproduksi dan telur tidak dapat disimpan terlalu lama tanpa menimbulkan biaya tambahan.
Baca Juga: HAP Telur Tak Berlaku di Daerah, Tetap Dikontrol Pasar Peternak Bermodal Besar
Di sisi lain, harga pakan justru terus meningkat. Arif menyebut, harga pakan jadi yang sebelumnya sekitar Rp 6.200 per kg kini berada di kisaran Rp 7.500 - Rp 8.000 per kg, tergantung jenis dan produsennya.
Peternak ayam petelur di Ambartawang, Mungkid, Edi Nurkholis mengutarakan, tekanan harga sudah terasa sejak beberapa bulan terakhir. Harga telur ayam ras bahkan sempat jatuh hingga Rp 19.000 per kg. Saat ini harga mulai bergerak naik, tetapi masih berada di kisaran Rp 20.500 hingga Rp 21.000 per kg di tingkat peternak. Menurut Edi, harga tersebut belum mampu menutup tingginya biaya produksi.
Sementara itu, warga Sumberrejo, Mertoyudan, Yani menyebut, harga telur ayam ras memang telah mengalami penurunan sejak beberapa bulan terakhir. Biasanya, satu kg telur di atas Rp 27.000 per kg. "Sekarang di bawah Rp 25.000 per kg. Memang jadi lebih murah," sebutnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo