MUNGKID - Candi Mendut ditutup untuk kunjungan wisata mulai 5 Agustus 2026 hingga 5 Agustus 2027. Penutupan ini dilakukan seiring pelaksanaan rehabilitasi tahap II sebagai upaya pelestarian cagar budaya tingkat nasional sekaligus warisan dunia, untuk mengembalikan struktur candi mendekati bentuk aslinya.
Selama satu tahun ke depan, kawasan candi akan difokuskan untuk pekerjaan pemugaran yang menjadi bagian dari program Kementerian Kebudayaan. Harapannya, rehabilitasi ini dapat mendongkrak kunjungan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho menjelaskan, rehabilitasi tahap II ini tidak hanya berorientasi pada konservasi. Tetapi juga penguatan daya tarik wisata.
"Candi Mendut akan dipugar mendekati bentuk aslinya, termasuk melengkapi bagian yang selama ini belum ada, seperti atap candi," ujarnya, Kamis (6/8).
Baca Juga: BGN Hentikan Operasional SPPG Nanggulan buntut Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Kulon Progo
Selain pemugaran fisik, lanjut dia, kawasan candi juga direncanakan dikembangkan sebagai ruang pertunjukan seni, termasuk untuk kegiatan malam hari. Farnia menilai, langkah ini penting untuk memperluas aktivitas wisata yang selama ini cenderung terbatas pada siang hari.
Dengan adanya agenda pertunjukan dan event budaya, diharapkan wisatawan tidak hanya datang dan pergi dalam waktu singkat, tetapi tinggal lebih lama di kawasan Magelang. Dampaknya mampu meningkatkan perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha lokal.
Pedagang suvenir di Candi Mendut, Siti Khotimah mengaku, mendukung rehabilitasi karena dinilai akan membawa dampak positif di masa depan. Hanya saja, dia khawatir terhadap keberlangsungan usahanya selama masa penutupan.
"Kalau nanti sudah bagus, tentu kami senang karena pengunjung bisa lebih ramai. Tapi selama satu tahun ini kami bagaimana?," terangnya.
Baca Juga: Piala Presiden 2026: Rachmat Irianto Akui Kekuatan Persib, Namun Tegaskan Persebaya Tak Akan Kalah
Dia mencontohkan, pada rehabilitasi tahap I, pedagang kios mendapatkan kompensasi berupa keringanan biaya sewa. Untuk rehabilitasi tahap kedua ini, dia menyebut, belum ada kejelasan soal skema kompensasi, terutama bagi pedagang lapak.
Namun, dia mengakui, proses sosialisasi kali ini lebih intens. Pedagang mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai rencana proyek dibandingkan pengalaman sebelumnya.
Hal serupa disampaikan Sugiyo, juru parkir di kawasan Candi Mendut. Dia mengatakan, para pelaku usaha di lapangan pada prinsipnya mendukung proyek tersebut karena berharap dampaknya akan terasa setelah selesai.
"Kami mendukung saja. Harapannya nanti pengunjung lebih banyak," lontarnya.
Baca Juga: Bernardo Tavares Sebut Persib Favorit, Namun Yakin Persebaya Juara Piala Presiden 2026
Dia menambahkan, pembahasan mengenai kompensasi masih belum final. Sejumlah opsi telah disampaikan dalam forum sosialisasi, tetapi belum menghasilkan keputusan yang pasti.
"(Kompensasi) masih dibahas. Belum benar-benar jelas," sambungnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin