Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Warga 11 Desa di Kabupaten Kebumen Mulai Bergantung Droping

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:45 WIB
KRISIS: Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Karanggayam memanfaatkan kiriman bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. (Dokumentasi BPBD Kebumen)
KRISIS: Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Karanggayam memanfaatkan kiriman bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. (Dokumentasi BPBD Kebumen) 

KEBUMEN - Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di wilayah Kebumen. Hingga awal bulan Agustus, sedikitnya terdapat 11 desa dilaporkan telah merasakan dampak kekeringan akibat menurunnya debit sumber air.

Salah satu desa terdampak kekeringan antara lain Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam. Masyarakat desa setempat kini mulai mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah. Bantuan air yang dikirim ke lokasi dimanfaatkan warga untuk mencukupi kebutuhan harian, seperti masak dan minum serta sanitasi. "Droping air bersih mulai dikirim kemarin (Selasa, Red)," ucap Kepala Desa Clapar Murtini kepada Radar Jogja Rabu (5/8).

Baca Juga: 70 Siswa SMK Negeri 1 Nanggulan Kulon Progo Diduga Keracunan MBG,  Dikeluhkan Lauk Ayam Masih Mentah

Ia mengatakan, sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan warga kondisinya terus mengering. Hal ini mengakibatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari semakin terbatas. Karena itu, berharap pada distribusi bantuan air bersih dari pemerintah. Warga juga harus menghemat penggunaan air sambil menunggu bantuan tiba.

Murtini menyebut, berdasar hasil pendataaan pemdes, jumlah warga terdampak kekeringan tidak kurang dari 1.000 jiwa dari total 280 kepala keluarga (KK). Mereka tersebar di sembilan padukuhan. "Kami sudah berkirim surat penambahan kuota bantuan air bersih. Lokasiya sudah ditentukan," jelasnya.

Baca Juga: Prediksi Chelsea vs Juventus Persahabatan Pramusim Rabu 5 Agustus 2026, Kick Off 18.30 WIB

Kepala BPBD Kabupaten Kebumen Udy Cahyono menyatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah rawan kekeringan selama musim kemarau. Langkah strategis juga ditempuh, salah satunya menyiapkan alokasi anggaran untuk bantuan air bersih sebanyak 1.400 tangki.

Ketersediaan anggaran itu diproyeksi dapat mencukupi kebutuhan untuk menjangkau wilayah yang terdampak kekeringan. "Bantuan disiapkan pakai anggaran murni dan perubahan," katanya.

Pada pekan ini, lanjut Udy, BPBD fokus mengirim bantuan air bersih ke 11 desa terdampak. Desa tersebut tersebar di berbagai kecamatan. Meliputi Kecamatan Karanggayam, Sempor, Alian, Padureso dan Sruweng.

Dia juga meminta bagi desa terdampak kekeringan untuk berkirim surat permohonan agar segera ditindaklanjuti. "Setelah surat masuk, kami asesmen. Di lokasi perlu tandon air juga," jelasnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Kekeringan kemarau kebumen krisis air bersih Droping Air