MUNGKID - Kepala Desa (Kades) Sambeng, Borobudur, Rowiyanto resmi diberhentikan dari jabatannya buntut tidak menjalankan tugas dan menghilang sejak awal Desember 2025. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) tertanggal 23 Juli 2026 dan Sekretaris Kecamatan Borobudur, Hamron Effendi yang ditunjuk sebagai penjabat (Pj) kades.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang Margono menyebut telah menerima salinan SK pemberhentian dari Bagian Hukum. Lantas, segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk tindak lanjut.
Dia mengatakan, SK pemberhentian sudah ditetapkan per 23 Juli. "Kami baru menerima salinannya dan langsung berkoordinasi dengan kecamatan untuk proses selanjutnya," ujar dia di kantornya, Senin (3/8).
Selain pemberhentian, pemerintah juga menerbitkan SK terpisah terkait pengangkatan Pj kades Sambeng. Jabatan tersebut diisi oleh Sekretaris Kecamatan Borobudur guna memastikan jalannya pemerintahan desa tetap berjalan. "Karena ini berhalangan tetap, maka langsung diangkat Pj," imbuhnya.
Pj kades tersebut, kata dia, akan menjalankan tugas hingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Dengan pelantikan kades definitif pada Desember 2026.
Margono menjelaskan, pemberhentian ini dilakukan setelah Rowiyanto tidak menjalankan tugasnya sebagai kades sejak awal Desember 2025. Hingga kini, keberadaan yang bersangkutan juga tidak diketahui, baik oleh pemerintah desa, kecamatan, maupun pihak keluarga.
Dia menegaskan, proses pemberhentian dilakukan dengan kehati-hatian. Mengingat kasus yang terjadi memiliki karakteristik khusus dan harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. "Kasus ini memang spesifik, sehingga perlu kehati-hatian dalam penanganannya," katanya.
Keputusan pemberhentian tersebut disambut positif oleh warga Desa Sambeng. Setelah berbulan-bulan mengalami kekosongan kepemimpinan, warga berharap kehadiran Pj kades dapat membawa perubahan dan kepastian dalam tata kelola pemerintahan desa.
Baca Juga: Kopilot Maskapai Asing Gagal Selundupkan 26 Kilogram Ekstasi, Petugas Amankan Botol Berisi Urine
Perwakilan warga Sambeng, Khairul Hamzah mengaku, baru menerima kabar resmi terkait pemberhentian kades pada hari ini.
Dia menyebut, bersyukur atas adanya kejelasan status kepemimpinan desa. "Alhamdulillah, kami bersyukur, sekarang sudah ada kepengurusan baru," terangnya.
Namun demikian, dia menegaskan, rasa syukur tersebut bukan karena adanya pihak yang mengalami musibah, melainkan karena adanya kepastian dalam pemerintahan desa. "Itu yang kami syukuri," tegasnya. (aya)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja