Warga Capek Ngurus Orang Kecelakaan, Banyak Kejadian karena Ikuti Google Maps dan Jalan Karangbolong-Logending Minim Rambu

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 07:08 WIB

 

Besi pembatas jalan di ruas Jalan Karangbolong-Logending tampak rusak setelah diseruduk truk bermuatan berat. (M Hafied/Radar Jogja)
Besi pembatas jalan di ruas Jalan Karangbolong-Logending tampak rusak setelah diseruduk truk bermuatan berat. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN – Warga di Kecamatan Ayah mengeluhkan masih banyaknya insiden kecelakaan di sepanjang ruas Jalan Karangbolong-Logending.

Mereka menilai rentetan peristiwa kecelakaan selama ini terjadi akibat minimnya rambu lalu lintas yang tersedia di jalur tersebut. Juga karena pengendara yang mengandalkan aplikasi penunjuk arah.

"Kecelakaan sering banget. Sampai capek sendiri ngurus orang kecelakaan," kata warga Desa Srati, Kecamatan Ayah Suratno, Selasa (28/7).

Baca Juga: Bupati Mengaku Belum Tahu soal Laporan Walhi Dugaan  TPPU 13 Industri Pariwisata di Gunungkidul; Akan Pelajari Subtansinya Dulu

Kurangnya rambu peringatan membuat banyak pengendara tidak menyadari medan curam yang akan dihadapi. Akibatnya kecelakaan sampai sekarang masih terus berlulang.

Terutama bagi pengenara yang baru pertama kali melintas di jalur tersebut. "Saya orang lokal saja pernah terjun, apalagi sopir baru lewat yang tidak tahu kondisi jalan," katanya,.

Dia memperkirakan, tidak sedikit kecelakaan dipicu akibat pengendara hanya mengandalkan aplikasi penunjuk arah. Sebagian sopir nekat melintasi jalan tersebut tanpa memperhatikan kondisi jalan dan jenis kendaraan.

Baca Juga: BPKAD Kota Jogja Kejar Layanan Jemput Bola untuk Penuhi Target PAD Rp 989 Miliar

Padahal, jalur ekstrem tersebut tidak cocok dilalui seluruh jenis kendaraan. "Kebanyakan masuk jalur sini korban Google Maps. Truk muatan lebih enam ton, pasti tidak kuat," jelasnya.

Hal sama diungkapkan Ahmad Irfangi, 60, relawan pengatur lalu lintas di Jalan Karangbolong-Logending. Dia menjerlaskan, sepanjang ruas Jalan Karangbolong-Logending memiliki karakteristik berbeda dengan jalan di wilayah perkotaaan.

Jalan penghubung kawasan wisata ini terdapat tanjakan dan turunan curam. Di beberapa titik juga memiliki tikungan tajam dengan lebar jalan sangat terbatas. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas jika pengendara kurang waspada.

Baca Juga: Usai Putusan Praperadilan, Kuasa Hukum Langsung Proses Pembebasan Raudi Akmal dari Tahanan

 "Rerata rem ngeplos (blong). Motor matic sering sama kampas mobil panas juga pengaruh," ungkapnya.

Anggota Komisi D DPRD Kebumen Erwin Puji Oktiana meminta instansi terkait memberikan perhatian lebih di jalur tersebut karena sangat rawan kecelakaan. Ia juga mengamati masih kurangnya rambu peringatan serta fasilitas lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang jalur tersebut.

 Menurutnya penambahan rambu lalu lintas serta papan informasi mengenai karakteristik jalan cukup penting untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Baca Juga: Pembangunan dan Jaringan Air Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Kulon Progo Tetap Digelar Sesuai Jadwal

 "Harusnya di bawah ada tiang pembatas, kendaraan apa saja yang bisa lewat. Repot misal truk besar sudah kadung lewat," ucapnya.

 

Erwin mengatakan, Jalan Karangbolong-Logending bukan hanya sebagai akses jalur wisata, tetapi juga jalur alternatif dari Jogja-Cilacap maupun sebaliknya.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas, ia berharap aspek keselamatan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar angka kecelakaan dapa diminimalkan. 

"Coba akan kami diskusikan dengan dinas. Sangat disayangkan jalan sudah mulus tapi kurang rambu dan LPJU," ujarnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
Jalan Karangbolong-Logending LPJU kebumen Kecamatan Ayah google maps