Terdesak Kebutuhan Ekonomi, usai Purnatugas Perempuan 55 Tahun Ikut Job Fair Kota Magelang

Naila Nihayah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 21:12 WIB
Wamenaker saat meninjau stan perusahaan yang membuka lowongan kerja pada gelaran Job Fair 2026 di Gedung Wanita, Selasa (28/7).
Wamenaker saat meninjau stan perusahaan yang membuka lowongan kerja pada gelaran Job Fair 2026 di Gedung Wanita, Selasa (28/7).






MAGELANG - Seorang wanita paruh baya bernama Ana, warga Kelurahan Kramat Utara tidak gentar menyambangi satu per satu stan perusahaan pada gelaran Job Fair Kota Magelang 2026.

Wanita berusia 55 tahun itu berusaha mencari pasar kerja baru usai purnatugas dua bulan lalu. Hanya saja, usia menjadi penghalang.

Sebelumnya, Ana bekerja di sektor perbankan swasta. Dia datang ke job fair untuk menemukan pekerjaan yang tidak membatasi usia.

Baca Juga: PWI-AJI-PFI Solo Kompak Gelar Aksi Damai di Monumen Pers, Tolak Stigmatisasi 'Londo Ireng' pada Jurnalis

"Saya cari yang tidak ada batasan usia. Karena kalau tertentu kan pasti ada batasan usia," ujarnya di Gedung Wanita, Selasa (28/7).

Namun harapan itu tidak mudah terwujud. Setelah berkeliling ke sejumlah stan perusahaan, sebagian besar lowongan masih mensyaratkan usia maksimal, bahkan untuk posisi entry level. "Kebanyakan masih ada batasan usia. Rerata di bawah 30, di bawah 45," imbuhnya.

Kondisi ini membuat Ana belum berani melamar. Selama dua bulan terakhir, dia mengaku, masih dalam tahap 'melihat-lihat' peluang, baik melalui job fair maupun platform daring seperti LinkedIn. Hingga kini, belum satu pun lamaran yang dia kirimkan.

Baca Juga: Pembangunan dan Jaringan Air Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Kulon Progo Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Meski sudah berusia 55 tahun, namun kebutuhan ekonomi mendesaknya untuk tetap menjajaki dunia kerja. Terlebih suaminya juga sudah tidak bekerja.

 "(Alasan mencari kerja) kalau jujur, ya kebutuhan hidup. Orang seusia saya masih cari kerja kan mesti karena kebutuhan hidup," ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Susilowatinmenyebut, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara langsung agar proses rekrutmen lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Wilayah Kyushu

Selama dua hari pelaksanaan, 28-29 Juli 2026, dia menargetkan 2.000 pencari kerja hadir. Sebanyak 18 perusahaan membuka total 2.681 posisi.

"Job fair ini untuk mempercepat masa tunggu kerja, menyediakan informasi yang akurat, sekaligus meningkatkan penempatan tenaga kerja," terangnya.

Wali Kota Magelang Damar Prastyono mengakui, persoalan ketenagakerjaan tidak sesederhana membuka lowongan.

Baca Juga: Diskominfo Lakukan Investigasi Usai Videotron Melawi Tampilkan Tayangan Tak Pantas

Menurutnya, masalah pengangguran memiliki banyak lapisan. Mulai dari ketidaksesuaian kebutuhan industri hingga preferensi pencari kerja itu sendiri.

Dia menjelaskan, sebagian masyarakat justru lebih memilih bekerja di sektor informal atau berwirausaha. Sehingga pendekatan pemerintah harus disesuaikan dengan karakter masing-masing kelompok. "Tidak semua yang nganggur itu butuh pekerjaan," katanya.

Meski begitu, kata Damar, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Magelang masih berada di kisaran 4,1 persen. Hal itu praktis menjadi perhatian serius pemerintah daerah. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
pengangguran dAMAR PRASETYONO Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan job fair Kota Magelang