KEBUMEN - Seorang penderes nira berinisial W, 42, asal Desa Banjarejo, Kecamatan Puring ditemukan tak bernyawa di bawah pohon kelapa, Sabtu (25/7). Korban diduga terjatuh dari pohon kelapa setinggi sekitar 20 meter saat menderes nira.
Peristiwa nahas itu diketahui sekitar pukul 10.00. Tepatnya di sebuah pekarangan desa setempat. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Insiden tersebut disimpulkan sebagai sebuah kecelakaan. "Sebelum kejadian korban masih berada di atas pohon kelapa untuk mengambil nira," jelas Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Baca Juga: Salat Subuh ke Masjid, Rumah Warga Ponjong Disatroni Maling: HP hingga Uang Tunai Raib
Dalam peristiwa itu sekitar pukul 09.30 seorang saksi mendengar seperti suara benda jatuh, namun dia tidak menaruh curiga. Baru sekitar pukul 10.00, saksi lain mendatangi lokasi asal suara tersebut dan menemukan korban telah tergeletak di tanah dalam posisi tengkurap. Saksi bersama warga kemudian memberikan penanganan kepada korban.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara korban diduga terjatuh saat memanjat pohon kelapa. Polisi juga menemukan bercak darah di sekitar lokasi dan sebuah sabit. Setelah dilakukan pengukuran korban terjatuh dari pohon dengan ketinggian sekitar 20 meter. "Jarak tubuh korban dari pohon diperkirakan sekitar 2,1 meter," sebutnya.
Saat dilakukan pemeriksaan petugas menemukan korban dengan kondisi patah tulang serta luka robek di beberapa bagian tubuh. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan bekas jeratan pada leher maupun tanda yang mengarah pada tindak pidana. Selanjutnya jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. "Setelah dilakukan pemeriksaan, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," ucap kapolres. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita