MUNGKID - Sebanyak 21 gunungan hasil bumi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang diarak di kawasan wisata Ketep Pass pada gelaran Ketep Summit Fest 2026 Minggu (19/7). Arak-arakan tersebut diiringi penampilan kesenian tradisional dan mampu menyedot ribuan pengunjung ke lereng Merapi-Merbabu.
Sejak pagi, kawasan Ketep Pass dipadati wisatawan yang ingin menyaksikan kirab gunungan berisi hasil pertanian dari masing-masing kecamatan. Gunungan sayuran, buah, dan komoditas lokal ditampilkan dengan kreatif sebagai simbol potensi daerah, sekaligus menjadi atraksi utama festival.
Tidak hanya kirab, panggung kesenian turut meramaikan suasana dengan berbagai pertunjukan tradisional hingga penampilan musisi saat pembukaan pada Sabtu malam (19/7). Seperti Langit Sore, Sadewok, dan Nabila Anjani.
Baca Juga: Penyebab Kematian Penyu di pantai Gua Cemara Belum Jelas, Butuh Uji Nekropsi
Direktur Ketep Pass Magelang Miftahudin menjelaskan, festival ini menjadi agenda rutin yang efektif mendongkrak kunjungan wisata. Dia menyebut, peningkatan jumlah pengunjung terlihat signifikan selama penyelenggaraan acara, bahkan banyak wisatawan datang khusus untuk menghadiri festival.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ketep Summit Fest ini sudah menjadi agenda yang ditunggu, dan kunjungan wisatawan meningkat setiap pelaksanaannya," bebernya.
Dia menjelaskan, keterlibatan 21 kecamatan dalam kirab gunungan menjadi kekuatan utama festival karena mampu menampilkan keragaman potensi lokal dalam satu event. Sehingga membuat kegiatan ini semakim semarak, ditambah dengan kreativitas masing-masing kecamatan.
Baca Juga: Dua Pemain Asing Melvyn Lorenzen dan Matheus Fornazari Sudah Resmi ke PSS Sleman
Wakil Bupati Magelang Sahid menyebut, festival ini telah berhasil menggabungkan unsur budaya, ekonomi, dan kebersamaan masyarakat. Namun, dia menekankan pentingnya inovasi agar daya tariknya terus meningkat.
"Ini kegiatan yang sangat baik, tapi ke depan perlu lebih variatif. Potensi lain di luar pertanian juga harus ditampilkan agar festival semakin kaya," katanya.
Ke depan, panitia juga berencana memperluas partisipasi dengan melibatkan daerah di luar Kabupaten Magelang sebagai tamu undangan. Seperti wilayah Kedu, Solo, dan Jogja. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita