PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mengajak seluruh komponen bersama melakukan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting guna mengurangi potensi kerugian yang ditimbulkan akibat karhutla.
Sekretaris Daerah Purworejo Suranto menyampaikan, ancaman karhutla perlu menjadi perhatian bersama. Caranya dengan mengajak perangkat daerah atau instansi terkait untuk segera melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Selain itu, dia juga meminta sistem pemantauan kebakaran di Purworejo terus diperkuat, termasuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung.
"Sinergi antarlembaga harus terbangun sejak tahap pencegahan," ucapnya saat memimpin Rakor Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Ruang Arahiwang, Kamis (16/7/2206).
Suranto tak ingin kejadian Karhutla di Purworejo berujung fatal. Selain dinas terkait, dia juga menaruh harapan agar pemerintah desa, pihak kecamatan dan relawan berperan aktif dalam deteksi dini mengenai karhutla.
Baca Juga: Libur Sekolah, KAI Daop 6 Layani 1,2 Juta Penumpang, Stasiun Tugu Masih Jadi Favorit Wisatawan
Menurutnya mereka menjadi mitra pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanganan kebakaran. "Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan," jelasnya.
Suranto menegaskan, forum koordinasi tersebut bagian untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi ancaman karhutla. Dia berharap seluruh kesepakatan yang dihasilkan dalam forum dapat segera ditindaklanjuti dalam langkah nyata di lapangan.
Dia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Baca Juga: Pemkot Jogja Bergantung Kesiapan Sirip-Sirip, Kejar Target Malioboro Full Pedestrian di November
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Purworejo Muhammad Yuniarto mengatakan, rakor tersebut sengaja digelar untuk meneguhkan komitmen bersama sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Dari forum iu diharapkan setiap instansi paham dengan tugas dan fungsi masing-masing dalam upaya penanganan karhutla.
"Guna meningkatkan efektivitas koordinasi penanganan kebakaran, menurunkan risiko dari dampak kebakaran," ujarnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita