MAGELANG - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengakui, keterbatasan ruang fiskal di tengah kebutuhan pembangunan banyak yang belum terpenuhi. Satu di antaranya soal kondisi trotoar di sejumlah ruas jalan yang dinilai sudah tidak layak.
Dia menyebut, pemkot belum mampu menuntaskan seluruh aspirasi masyarakat karena keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut memaksa pemkot untuk menyusun ulang prioritas pembangunan secara lebih selektif.
"Ruang fiskal kita terbatas. Banyak sekali aspirasi masyarakat yang belum bisa kita eksekusi seluruhnya," ujarnya di Pendopo Pengabdian, Kamis (16/7).
Baca Juga: Pedagang PASTHY Jogja Keluhkan Kunjungan Ramai Tapi Tidak Ada Pembeli
Menurut Damar, persoalan trotoar menjadi satu contoh kebutuhan mendesak yang belum sepenuhnya tertangani.
Kerusakan yang cukup masif membuat fasilitas pejalan kaki di sejumlah titik tidak lagi aman dan nyaman digunakan.
Meski demikian, perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Dia mengatakan, pemkot masih menghitung kemampuan anggaran sekaligus memetakan prioritas program yang dianggap paling mendesak.
"Kita masih mencari skema pendanaan dan menyusun skala prioritas, mana yang harus didahulukan," lontarnya.
Damar juga menegaskan, pengelolaan anggaran harus dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
Karena itu, setiap keputusan pembangunan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga manfaat jangka panjang. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo