KEBUMEN - Kodam IV/Diponegoro menargetkan adanya pembentukan 40 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Jawa Tengah dan DIJ. Keberadaan satuan baru TNI ini dirancang tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga mampu menjadi embrio baru pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan, Yon TP sendiri memiliki fungsi pertahanan dan pembinaan teritorial. Dengan begitu, hadirnya Yon TP tentu akan memperkuat stabilitas keamanan di setiap daerah.
"Target kami ada 40 batalyon di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Saat ini baru ada 29 batalyon," saat peninjauan l lokasi pembangunan Yon TP 440 Satria Jaka Sangkrip (SJS) Kebumen, Rabu (15/7).
Baca Juga: WALHI Soroti Ekspansi Pariwisata Gunungkidul, Alih Fungsi Ruang Picu Krisis Ekologi
Selain dari aspek pertahanan, keberadaan ratusan prajurit batalyon tersebut otomatis akan memunculkan berbagai peluang usaha bagi masyarakat. Dia mencontohkan, ketika seorang prajurit menerima gaji sekitar Rp 6 juta per bulan.
Apabila separuh gaji tersebut digunakan untuk belanja di sekitar markas, maka perputaran uang dari prajurit TNI akan cukup besar.
"Masyarakat bisa buka usaha makanan, laundry, jasa menjahit dan lainnya. Semua itu akan hidup karena adanya aktivitas prajurit," jelasnya.
Baca Juga: DPR RI Puji Kinerja Kementan, Wamentan Sudaryono: Anggaran Harus Berdampak untuk Petani
Dalam arahannya, Pangdam meminta agar prajurit TNI yang berada di Yon TP Kebumen untuk dapat berbaur dengan masyarakat setempat. Dia pun mengajak satuan yang baru dibentuk tersebut menjaga marwah TNI dalam menjalankan setiap tugas.
Di samping itu prajurit TNI juga diminta untuk terus memperkuat nilai sosial yang berkembang di tengah masyatakat. "Jangan menciderai kepercayaan rakyat. Bergaul yang baik dan jaga nama baik," katanya.
Terpisah, Camat Buayan Nur Wahyudi menyambut baik keberadaan Yon TP di wilayah Buayan. Secara geofrafis, pemilihan lokasi tersebut dinilai cocok dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
Dia mengungkapkan sejauh ini masyarakat juga tidak keberatan dengan hadirnya Yon TP. "Warga senang, di sekitar lokasi jadi ramai. Merasa aman dengan hadirnya TNI," ujar Wahyudi.
Menurutnya, dibukanya Yon TP secara otomatis akan membawa efek domino bagi perekonomian masyarakat. Dia optimis, aktivitas di markas TNI tersebut akan memicu pergerakan sektor ekonomi lokal, mulai dari usaha kecil, perdagangan hingga jasa pendukung lain.
"Saya yakin jadi pertumbuhan ekonomi baru. Warung, laundry sampai tukang cukur itu laris," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo