Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pintu Waduk Wadaslintang Ditutup, Wisata River Tubing di Sendangdalem Kabumen Vakum Sementara

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:37 WIB
MENANTANG: Pengunjung menikmati sensasi susur sungai atau river tubing yang mengandalkan aliran air dari Waduk Wadaslintang. (Foto: Dokumentasi Pemdes Sendangdalem)
MENANTANG: Pengunjung menikmati sensasi susur sungai atau river tubing yang mengandalkan aliran air dari Waduk Wadaslintang. (Foto: Dokumentasi Pemdes Sendangdalem)

KEBUMEN - Aktivitas wisata susur sungai atau river tubing di Desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso akan vakum sementara.

Penghentian operasional wisata ini dilakukan menyusul adanya penutupan pintu air utama dari Waduk Wadaslintang.

Kepala Desa Sendangdalem Yuli Imam Susanto menyampaikan, penutupan pintu air waduk ke aliran Sungai Bedegolan berdampak pada penurunan debit air. Otomatis kegiatan wisata ditiadakan guna menghindari potensi kecelakaan terhadap pengunjung karena kondisi aliran sungai tidak memungkinkan.

"Pertengahan bulan ini pintu air mau ditutup. Kami off dulu," bebernya kepada Radar Jogja, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Sempat Turun Seminggu Terakhir, Harga Telur Ayam di Pasar Bantul Kembali Naik Jadi Rp 24.000 Per Kg

Yuli mengatakan, pintu air Waduk Wadaslintang rencananya bakal ditutup total per tanggal 15 Juli 2026.

Hal ini dilakukan sehubungan dengan berakhirnya musim tanam (MT) dua. Dia belum mengetahui pasti kapan pintu air waduk kembali dibuka.

Meski begitu, seluruh aktivitas wisata dipastikan akan segera beroperasi setelah debit air sungai kembali normal. 

"Belum tahu batas waktu penutupan. Tapi biasanya sampai dua bulan," katanya.

Wisata river tubing selama ini telah menjadi magnet wisata minat khusus di wilayah Kecamatan Padureso.

Baca Juga: Tambah 4 Perjalanan, Commuter Line Jogja-Palur Layani Lonjakan Penumpang selama Libur Sekolah

Pemerintah desa setempat bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) mampu mengambil peluang aliran air dari kawasan Waduk Wadaslintang sebagai salah satu basis wisata atraksi susur sungai.

Tak sedikit pengunjung datang dari luar daerah karena sensasi susur sungai yang ditawarkan.

"Masih ada waktu operasional sampai pertengahan bulan. Habis itu pengunjung belum kami layani," ucap Yuli.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kebumen Taufiq Hidayat mengajak pengelola wisata river tubing dapat memanfaatkan waktu luang untuk evaluasi pelayanan pengunjung.

Di masa vakum pengelola juga diminta untuk pembenahan fasilitas pendukung wisata.

Baca Juga: Try Out Malioboro Pedestrian Dilakukan, Pemkot Jogja Temukan Persoalan di Sirip-Sirip saat Hari Kerja

Termasuk pengecekan jalur mengingat aliran sungai yang digunakan terbilang terjal. "Selama libur, ada waktu sela cukup panjang. Bisa buat penataan kembali," jelasnya.

Dia menyebut, di wilayah Kecamatan Padureso terdapat dua titik wisata susur sungai yang cukup terkenal dan ikonik.

Yakni, River Tubing Sendang Dalem dan Rahayu River Tubing. Keduanya sama-sama mengandalkan aliran sungai yang bersumber dari Waduk Wadaslintang. 

Menurutnya kunjungan wisata di Kebumen juga cukup terdongkrak dengan keberadaan destinasi wisata tersebut.

"Pejabat daerah dan pejabat tingkat kementerian sudah berkunjung. Kebanyakan puas dengan pelayanan di sana," ujarnya. (fid/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Wadaslintang #Sendangdalem #Sungai Bedegolan #river tubing #Kabumen