Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenalkan 12 Destinasi Wisata Unggulan Kebumen, 1.500 Pelari KGTR Diajak Melintasi Delapan Desa

Muhammad Hafied • Minggu, 28 Juni 2026 | 21:30 WIB
POTENSI BARU: Sejumlah pelari dari berbagai daerah antusias mengikuti Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 yang memadukan kegiatan olahraga dan berwisata. (M Hafied/Radar Jogja)
POTENSI BARU: Sejumlah pelari dari berbagai daerah antusias mengikuti Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 yang memadukan kegiatan olahraga dan berwisata. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Gelaran lari bertajuk Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 disambut antusias pelari dari berbagai daerah. Sedikitnya 1.500 pelari ikut ambil bagian dalam ajang lari tersebut. Mereka diajak melintasi jalur atau trek berbeda karena membentang dibsepanjangkawasan pegunungan karts.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar menyampaikan, dalam pelaksanaannya para pelari dibawa melintasi 12 destinasi wisata unggulan Kebumen. Panitia juga menyediakan jalur khusus dengan medan susur gua untuk memberikan pengalaman unik bagi pelari. "Dalam rangka mengenalkan Geopark Kebumen. Kami kemas dengan sport tourism," jelasnya saat pembukaan KGTR 2026 Sabtu (27/6).

Baca Juga: Dua Kelompok Belum Sepakat, Pemkal Tepus Lanjutkan Mediasi untuk Pengelolaan Pantai Watulawang

Frans menjelaskan, para pelari yang hadir pada ajang tersebut diposisikan sebagai wisatawan. Mereka akan disajikan panorama alam yang membentang di delapan desa yang tersebar Kecamatan Buayan dan Kecamatan Ayah.

Pihaknya juga membatasi keikutsertaan pelari asal Kebumen karena ajang tersebut ditujukkan untuk pelari luar daerah. "Kuota untuk orang Kebumen cuma 400 orang. Selebihnya buat pelari luar daerah dan mancanegara," katanya.

Baca Juga: Plot Twist!!! Pemain Terbaik Super League 2025/26 Mariano Peralta Batal ke Persija Jakarta, Persib Bandung Terdepan

Selain mengenalkan wisata, kata Frans, ajang lari di alam bebas tersebut juga dipastikan membawa dampak positif dari sisi ekonomi. Dia menyebut usaha kuliner, penginapan hingga transportasi ikut merasakan dampak dari perhelatan acara tersebut. "Masyarakat ikut merasakan, penginapan di sekitar lokasi sudah terisi full. Pelari yang masuk destinasi wisata juga bayar tiket," ungakapnya.

Frans menambahkan, lomba lari dengan konsep menyusuri alam menjadi daya tarik baru wisata Kebumen. Selain mendorong gaya hidup sehat, perpaduan antara olahraga dan wisata dapat menjadi paluang baru dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Dia beharap kegiatan serupa dapat menarik lebih banyak peserta pada kesempatan tahun berikutnya.

Baca Juga: Baru Pulih, Tapi Cedera Lagi, Winger Spanyol Nico Williams: Salah Satu Hari Terburuk

Sekretaris Dispora Provinsi Jawa Tengah Syurya Deta Syafrie mengakui kejelian Pemkab Kebumen dalam menangkap peluang promosi wisata. Dia meminta ajang tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan karena terbukti mampu menghadirkan pelari dari bermacam daerah, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dia optimistis, melalui ajang tersebut akan menjadi lokomotif baru pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. "Tidak cuma sekali atau dua kali. Kalau bisa jadi event rutin dan andalan buat Kebumen," katanya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) #karst #kebumen #destinasi wisata unggulan #sport tourism