Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saat Yoga Bertemu Warisan Budaya Dunia di Pelataran Candi Borobudur, Peserta Rasakan Sensasi Menyatu dengan Alam

Naila Nihayah • Minggu, 21 Juni 2026 | 19:30 WIB
MAGIS: Para peserta yoga tengah fokus melakukan gerakan demi gerakan di pelataran Borobudur Minggu (21/6). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
MAGIS: Para peserta yoga tengah fokus melakukan gerakan demi gerakan di pelataran Borobudur Minggu (21/6). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MUNGKID - Hari Yoga Internasional di Magelang diperingati dengan cara berbeda Minggu (21/6). Berlatar belakang megahnya Candi Borobudur, sesi yoga itu menjadi lebih magis dan bermakna. Momentum tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi puluhan peserta yang datang dari berbagai daerah.

Sekitar pukul 07.00, gerakan demi gerakan dimulai. Iringan musik instrumental mengalun, menyatu dengan udara pagi yang sejuk. Selama hampir satu jam, aktivitas fisik dan meditasi berlangsung dalam ritme yang tenang.

Seorang peserta, Aini Chabibah mengaku, pengalaman yoga di ruang terbuka, terlebih dengan latar Candi Borobudur, menghadirkan sensasi yang tidak ditemukan di studio. "Yoga pagi ini luar biasa. Tempatnya ikonik dan suasananya sangat berbeda dari biasanya," kata Aini.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Tak Berhubungan Dengan Pajak, Masyarakat Diharap Jujur Saat Isi Data

Selama ini, aktivitas serupa lebih sering dilakukan di ruang tertutup dengan suasana yang lebih terbatas. "Kalau di sini lebih terasa menyatu dengan alam. Lebih hijau, lebih terbuka. Vibrasinya juga terasa," imbuhnya.

Instruktur yoga Tanti Zaenal Arifin mengatakan, komunikasi dengan pihak Museum dan Cagar Budaya (MCB) telah dilakukan sejak lama, namun baru terealisasi tahun ini. "Momentum Hari Yoga Internasional dan ulang tahun MCB menjadi titik awal kerja sama ini," kata Tanti.

Dia berharap, kegiatan serupa dapat digelar secara rutin, setidaknya hingga akhir tahun. Upaya itu sebagai bagian dari pengembangan yoga berbasis ruang terbuka dan situs budaya.

Menurutnya, kualitas pengalaman yoga di ruang terbuka sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Borobudur, sebagai situs warisan dunia yang diakui UNESCO, menawarkan dimensi tambahan yang tidak dimiliki tempat lain.

"Secara udara, suasana, dan energi, sangat berbeda. Ini bukan hanya tentang kebugaran, tapi juga pengalaman batin," lontarnya.

Baca Juga: Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Samai Rekor Penyelamatan Terbanyak di Piala Dunia Yang Catatkan Sejarah

Subkoordinator MCB Unit Warisan Dunia Borobudur Wiwit Kasiyati menyebut, keterlibatan komunitas dalam kegiatan semacam ini penting untuk membangun rasa memiliki terhadap warisan budaya. Terlebih, Borobudur tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga filosofi yang masih relevan hingga kini.

Dia pun menyinggung keterkaitan antara yoga dan relief Borobudur. Beberapa panel relief disebut menggambarkan posisi tubuh yang serupa dengan gerakan yoga, menunjukkan bahwa praktik tersebut memiliki jejak panjang dalam peradaban masa lalu.

"Nilai-nilai itu sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tinggal bagaimana kita menghidupkannya kembali dalam konteks sekarang," sebutnya. (aya/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Candi Borobudur #yoga #Hari Yoga Internasional #Warisan Budaya #UNESCO