Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bank Sampah hingga Kampung Iklim Diperkuat, Dorong Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Naila Nihayah • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:45 WIB
PENGHIJAUAN: Wali Kota Magelang saat memanen sayur hasil garapan warga. (Dokumentasi Prokompim Kota Magelang)
PENGHIJAUAN: Wali Kota Magelang saat memanen sayur hasil garapan warga. (Dokumentasi Prokompim Kota Magelang)

MAGELANG - Pemkot Magelang menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui berbagai program berbasis masyarakat. Termasuk mengaktifkan bank sampah hingga penguatan kampung iklim.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, keberhasilan pengendalian dampak lingkungan sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. Pemerintah, kata dia, berperan sebagai pemicu agar kesadaran itu tumbuh dan berkelanjutan.

"Kalau kesadaran sudah terbentuk, kepedulian akan muncul dengan sendirinya. Itu yang terus kami dorong," ujarnya saat menghadiri peringatan HLH di kawasan RW 02 Armada Estate, Kelurahan Kramat Utara Rabu (17/6).

Baca Juga: Terkuak!!! Kronologi Kasus Pembunuhan Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Ngrowo Kulon Progo, Berikut Hasil Rekonstrusi

Sejumlah program yang selama ini berjalan disebut menjadi fondasi gerakan lingkungan di Kota Magelang. Di antaranya program Makclinge, Nyapu Bareng, Kali Bersih, Sekolah Adiwiyata, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah.

Namun, lanjut dia, tantangan perubahan iklim dinilai menuntut penguatan program yang lebih terintegrasi. Pemkot kini memprioritaskan pengembangan Kampung Iklim, perluasan pengelolaan sampah dari sumbernya, serta penghijauan di kawasan padat penduduk.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla menyebut, hingga 2026 Kota Magelang telah memiliki 170 unit bank sampah. Selain itu, terdapat 24 kelompok kampung organik, serta 85 sekolah yang telah berstatus Adiwiyata dari total 134 sekolah.

Baca Juga: Gelandang Inggris Jude Bellingham Yakin Dapat Memberikan Kemampuan Terbaik Bersama Inggris di Piala Dunia

Sementara itu, program Kampung Iklim juga terus berkembang dengan jumlah mencapai 36 lokasi. Bahkan, sebanyak 17 RW saat ini tengah dalam proses penilaian untuk mendapatkan status serupa.

Satu wilayah yang dinilai berhasil adalah RW 02 dan RW 08 Kelurahan Kramat Utara. Kedua wilayah ini tidak hanya aktif dalam pengelolaan sampah, tetapi juga mengembangkan penghijauan serta pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan.

"Warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai tanaman produktif sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos yang digunakan kembali," bebernya. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kampung iklim #bank sampah #pelestarian lingkungan #Magelang #Pemkot Magelang