Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Magelang Kejar Solusi Jaga Stabilitas Daging Sapi Tanggapi soal Rencana Mogok Pedagang

Naila Nihayah • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:40 WIB
DIBURU PEMBELI: Lapak penjualan daging sapi di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang tampak ramai. NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
DIBURU PEMBELI: Lapak penjualan daging sapi di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang tampak ramai. NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA

MAGELANG - Pemkot Magelang berupaya mencari solusi untuk menjaga stabilitas harga daging sapi di wilayahnya. Terlebih, keterbatasan pasokan daging sapi juga mulai memicu kekhawatiran, menyusul adanya rencana aksi mogok berjualan dari sejumlah pedagang di pasar.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, pemkot terus menempuh langkah komunikasi intensif dengan pelaku usaha sekaligus memperkuat pasokan dari luar daerah untuk menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dinamika tersebut harus disikapi secara bijaksana. "Pemerintah fokus memperjuangkan kebutuhan masyarakat, tetapi juga tetap memperhatikan kondisi pedagang. Prinsipnya harus ada win-win solution," kata Damar, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Delapan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Impes, Pengunjung Pantai Selatan Diminta Tak Menyentuh Biota Laut Berwarna Biru

Dia menyebut, hingga saat ini kondisi di lapangan masih terpantau kondusif. Meskipun komunikasi dengan pedagang terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan distribusi dalam waktu dekat.

Damar menambahkan, saat ini keluhan utama pedagang adalah terbatasnya pasokan sapi potong yang masuk ke Kota Magelang. Kondisi ini, lanjut dia, berpotensi memengaruhi ketersediaan daging di pasar sekaligus memicu kenaikan harga.

Karena itu, pemkot intensif berkoordinasi dengan pemasok dari luar daerah sebagai langkah jangka pendek untuk menutup kekurangan pasokan lokal. 

"Kami terus berkomunikasi dan bersinergi dengan pemasok dari luar kota untuk memastikan pasokan tetap tersedia," terangnya.

Baca Juga: Kericuhan di GIK, Kolektif Mahasiswa UGM Sebut Bentuk Kekecewaan dan Ketidakpercayaan pada Pemerintah

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agus Dwi Windarto menyebut, ada potensi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi lokal.

Berdasarkan data, kebutuhan daging sapi di Kota Magelang mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 ton per hari, seiring jumlah penduduk yang mencapai 128.591 jiwa.

Sementara itu, kapasitas pemotongan di rumah potong hewan (RPH) rerata hanya mencapai sembilan ekor sapi per hari. Jumlah itu praktis belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan harian tersebut.

Dia menyebut, kondisi ini membuat ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah menjadi tidak terhindarkan.

Baca Juga: Komisi II DPR RI Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Kasultanan dan Kadipaten, Ini Katanya

"Dengan kebutuhan yang cukup tinggi, sementara kapasitas pemotongan terbatas, maka suplai dari luar daerah menjadi penopang utama," bebernya.

Untuk mengantisipasi dampak jangka pendek, disperpa juga mengimbau masyarakat melakukan diversifikasi konsumsi protein.

Masyarakat diminta sementara beralih ke sumber protein lain yang lebih tersedia dan stabil secara harga, seperti daging ayam, kambing atau domba, ikan segar, serta telur.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan permintaan di tengah keterbatasan pasokan daging sapi. Selain itu, pengawasan juga diperketat guna mencegah peredaran produk yang tidak memenuhi standar kesehatan. (aya/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Mogok Pedagang\ #sapi potong #daging sapi #Pemkot Magelang #Jaga Stabilitas Harga