Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Nobar Piala Dunia, Penjualan Makanan dan Minuman Sentra Kuliner di Kebumen Meningkat

Muhammad Hafied • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:10 WIB
Seorang pecinta sepak bola di Kebumen sedang melihat jadwal Piala Dunia 2026 sembari menanti tim favoritnya bertanding. (M Hafied/Radar Jogja)

 
Seorang pecinta sepak bola di Kebumen sedang melihat jadwal Piala Dunia 2026 sembari menanti tim favoritnya bertanding. (M Hafied/Radar Jogja)  

 

 

 

KEBUMEN - Gelaran Piala Dunia 2026 dimanfatkan para pelaku usaha kuliner di Kebumen untuk mendongkrak omzet. Mereka menyediakan fasilitas nonton bareng (nobar) siaran langsung piala dunia sebagai daya tarik pelanggan.

 

Seperti terlihat di salah satu kedai si Jalan HM Sarbini, Kebumen. Di ruang usaha kuliner ini pemilik kedai sengaja memasang layar proyektor berkuran besar sebagai salah satu fasilitas nobar. Fasilitas tersebut disediakan agar pembeli leluasa menyaksikan perhelatan piala dunia sambil menikmati kuliner.

"Dari awal mulai, sudah kami siapkan layar. Bebas kalau mau nonton," kata pemilik kedai Yusuf Jamal Zidan, kepada Radar Jogja, Selasa (16/6).

 Baca Juga: Polresta Sleman Monitor Kericuhan di GIK UGM, Sebut Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan

Bagi Zidan, momentum Piala Dunia 2026 menjadi potensi untuk meningkatkan pendapatan. Dia memanfaatkan peluang ini dari banyaknya kehadiran maniak sepak bola. Selain tersedia fasilitas nobar, dia juga membuka paket promo khusus menu makanan dan minuman selama piala dunia berlangsung.

"Sampai final, setiap hari tetap buka nobar. Stok menu juga kami tambah, khawatir penonton membludak," ungkapnya.

 

Dia memperhatikan, sejak awal nobar piala dunia, jumlah pembeli terpantau mengalami peningkatan. Meski belum signifikan, kondisi ini membawa semangat tersendiri bagi pelaku usaha. Diprediksi, jumlah pembeli akan semakin bertambah seiring tim yang bertanding memasuki babak perempat final.

Baca Juga: Ikuti Arahan Gubernur HB X, Nasabah BUKP Galur dan Wates Segera Layangkan Gugatan Perdata

 "Antusiasnya lumayan. Masuk pertengahan Bulan Juli mungkin tambah padat lagi," ujarnya.

 

Pemilik warung kopi Sapto Hadi, 49, juga mengaku tak ingin ketinggalan dengan bergulirnya Piala Dunia 2026. Tempat usahanya yang berada di tengah kota Kebumen juga menyediakan nobar gratis. Menurutnya, agenda piala dunia telah menghidupkan sektor ekonomi.

Dia berharap sambutan hangat dari masyarakat akan bertahan hingga babak akhir kompetisi. "Anak-anak muda yang biasanya awet nonton. Tapi senang juga, suasana jadi ramai," bebernya.

 Baca Juga: Pergerakan Penumpang Melonjak 114 Persen, Daop 6 Jogja Layani 72 Ribu Orang di Momen Libur 1 Muharam

Pecinta bola Mualim, 43, merespon positif maraknya ajang nobar piala dunia. Bagi dia, nonton pertandingan sepak bola beramai-ramai menjadi hiburan tersendiri. Selain sebagai ajang mendukung tim favorit, nobar juga sebagai sarana yang tepat untuk mempererat kebersamaan antar warga.

"Kalau saya, nonton bola sendiri cepat ngantuk. Bareng-bareng lebih asyik, ada teman ngobrol," ucap warga Desa Sitiadi, Puring itu. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#HM Sarbini #kebumen #Nobar Piala Dunia #Zidan #Kuliner