Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Prioritaskan Enam Standar Pelayanan Minimal Target 2027 Dapat Terpenuhi

Naila Nihayah • Senin, 15 Juni 2026 | 20:20 WIB
PAPARAN: Wali Kota Magelang didampingi wakilnya bersama ketua DPRD saat rapat koordinasi di IKM Center, Senin (15/6/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
PAPARAN: Wali Kota Magelang didampingi wakilnya bersama ketua DPRD saat rapat koordinasi di IKM Center, Senin (15/6/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA

MAGELANG - Pemkot Magelang bakal memprioritaskan pemenuhan enam standar pelayanan minimal (SPM) sebagai arah utama kebijakan pembangunan. Komitmen itu dilakukan di tengah keterbatasan ruang fiskal yang dihadapi saat ini.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, pemenuhan layanan dasar menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu oleh penyesuaian anggaran. 

"Target kami, pada 2027 Kota Magelang sudah clear dalam pemenuhan enam pelayanan minimal ini," ujar Damar di IKM Center, Senin (15/6/2026).

Enam SPM yang dimaksud mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Baca Juga: Perkuat Sistem Penyelamatan Pendaki, Shelter Darurat Berteknologi Hadir di Jalur Suwanting Merbabu

Menurutnya, seluruh program pemkot harus memiliki keterkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.

Dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemkot menerapkan skala prioritas dalam penyusunan program. Program-program yang bersifat mendasar ditempatkan pada urutan teratas untuk segera dieksekusi, sementara kegiatan lain yang tidak mendesak dapat ditunda.

"Logikanya seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kita dahulukan yang primer. Kalau yang bisa ditunda, ya ditunda. Tapi yang berkaitan dengan SPM ini tidak boleh terganggu," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Ikut Gelar Aksi di Bantul, Soroti Naiknya Harga BBM hingga MBG

Dia menegaskan, kebijakan ini bukan bentuk efisiensi yang memangkas layanan. Melainkan penajaman prioritas agar anggaran yang tersedia dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sejalan dengan itu, pemkot mulai mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial serta program yang dinilai belum mendesak. Langkah ini untuk memastikan alokasi anggaran lebih fokus pada pelayanan publik yang esensial.

"Seremonial sudah banyak kita kurangi. Kegiatan yang masih bisa ditunda juga kita hilangkan. Fokus kita ke kebutuhan dasar masyarakat," lontarnya.

Baca Juga: Kunjungi SMPN 13 Jogja, Pemain Timnas Futsal Indonesia Beberkan Kunci Sukses Tembus Level Nasional

Ke depan, dipastikan seluruh program pembangunan akan terus diarahkan agar selaras dengan target pemenuhan enam SPM. Setiap kebijakan yang diambil dinilai harus memiliki korelasi yang jelas terhadap peningkatan layanan dasar masyarakat. (aya/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#keterbatasan fiskal #Pemkot Magelang #kebijakan pembangunan #Standar Pelayanan Minimal (SPM) #Kota Magelang