MUNGKID – Desain trase Jalan Tol Jogja-Bawen di wilayah Desa Losari dan Desa Kalipucang, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang belum diputuskan. Hingga kini, keputusan apakah akan menggunakan skema terowongan atau jalan konvensional masih menunggu finalisasi desain.
Selain itu, rencana pembangunan exit tol di kawasan Mungkid juga masih dalam tahap awal. Saat ini, proyek tersebut baru memasuki penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah, meskipun desain teknisnya telah rampung.
"Targetnya tahun ini dokumen diajukan ke gubernur untuk mendapatkan izin lokasi," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen, Muhammad Fajri Nukman, di kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (9/6).
Hingga awal Juni 2026, progres pengadaan tanah untuk proyek Jalan Tol Jogja-Bawen mencapai 72,66 persen. Dia menyebut, per Selasa (9/6) totalnya mencapai 72,66 persen. Rinciannya seksi 1 sudah 98,93 persen, seksi 2 93,6 persen, dan seksi 3 83,02 persen.
"Kemudian seksi 4 70,30 persen, seksi 5 masih 31,15 persen, dan seksi 6 sudah 97,93 persen," ujarnya Fajri mengatakan, keterlambatan pembayaran ganti rugi yang sempat terjadi bukan berarti proses pengadaan tanah berhenti sepenuhnya.
Kendala tersebut disebabkan oleh keharusan pembaruan izin lokasi (penlok) dari gubernur Jawa Tengah yang menjadi dasar legal administrasi pengadaan lahan.
"Sekarang izin lokasi sudah terbit, dan kami akan segera berkoordinasi dengan Kanwil BPN Jawa Tengah untuk melanjutkan proses ke tingkat kabupaten/kota," jelasnya.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarso menyebut, beberapa segmen ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2026. Seperti seksi 1 di wilayah Jogja ditargetkan selesai konstruksi Agustus tahun ini. "Kemudian seksi 6 di Ambarawa juga selesai lebih cepat, sekitar Juni ini, dan diharapkan bisa dioperasikan tahun ini," jelasnya.
Dia menilai, seksi 6 sepanjang sekitar 5 kilometer (km) dinilai strategis karena terhubung langsung dengan ruas tol Semarang-Solo yang sudah lebih dulu beroperasi. Sehingga manfaat konektivitas dapat segera dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Akibat Membakar Sampah Kayu, Api Merembet dan Bakar Dapur Warga Sumur, Palbapang, Bantul
"Kami membangun segmen yang tersambung dengan jalan tol yang sudah operasional agar dampaknya langsung terasa," sambungnya.
Selain itu, pembangunan seksi 2 sepanjang sekitar 15 km telah dimulai sejak April 2026. Dalam waktu dekat, konstruksi seksi 3 dari Palbapang menuju Kota Magelang sepanjang 8 km juga akan dimulai.
"Total ada sekitar 23 kilometer yang mulai dikerjakan tahun ini dari Banyurejo sampai Magelang kota," sebut Dwi.
Untuk seksi lanjutan menuju Temanggung, yakni seksi 4 dan seksi 5, pembangunan direncanakan dimulai pada 2027. Secara keseluruhan, proyek tol Jogja-Bawen ditargetkan rampung paling lambat awal 2029.
Terkait kemungkinan pembukaan fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dwi masih mempertimbangkan faktor kesiapan konstruksi dan keselamatan pengguna jalan. "Kalau belum siap, tentu tidak akan kami paksakan," tegasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo