MUNGKID - Aktivitas pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang menjadi perhatian pascapenemuan logam berwarna kekuningan yang diduga emas. Temuan itu terjadi di tengah proses pemugaran candi, beberapa waktu lalu. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan.
Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Magelang Didik Muhamad Akbar mengatakan, hasil penelusuran di lapangan memastikan temuan tersebut memang benar adanya. Selain logam berwarna kekuningan yang diduga emas, tim juru pugar juga menemukan dua arca yang diidentifikasi sebagai arca Dewa Surya.
Menurut Akbar, penemuan unsur logam mulia dalam konteks candi bukanlah hal yang mengejutkan. Dia menjelaskan, dalam struktur candi Hindu-Buddha dikenal adanya komponen peripih yang biasanya ditempatkan di bagian inti bangunan dan kerap berisi logam mulia atau benda simbolik lainnya.
Baca Juga: FJI Laporkan Dugaan Manipulasi Data dan Pemalsuan Dokumen GMS Bantul ke Polda DIY
"Apalagi kondisi Candi Losari yang terpendam hingga sekitar empat meter memungkinkan bagian tersebut masih relatif utuh," ujarnya di lokasi, Senin (8/6).
Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat menyebut, dua blok arca ditemukan dalam posisi terkubur di bawah lantai, sekitar tiga lapis dari permukaan. Setelah itu, tim juru pugar melanjutkan penggalian sampai tanah asli dan ditemukan peripih. Namun, masih dalam tahap menunggu uji laboratorium.
Baca Juga: Inflasi Terus Meroket, Legislatif Kota Jogja Usul Penggelontoran KUR Daerah
Untuk kepentingan pengamanan dan penelitian lebih lanjut, kata dia, seluruh benda yang ditemukan, baik logam diduga emas maupun dua arca, telah diamankan di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.
Dia menambahkan, proses pemugaran tidak hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga kendala alam. Satu hambatan utama adalah tingginya debit air di lokasi candi yang dapat memengaruhi kestabilan struktur tanah. "Untuk mengatasinya, kami membuat lantai kerja dari cor semen supaya tidak ambles dan pekerjaan bisa tetap berjalan," jelasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo