Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mendidik Bukan Bagi-Bagi, PSMTI Kota Magelang Gelar Tebus Murah Sembako Rp 100 Ribu Seharga Rp 50 Ribu

Naila Nihayah • Sabtu, 6 Juni 2026 | 05:06 WIB

 

Warga memadati alun-alun untuk membeli sembako dengan harga murah, Jumat (5/6).
Warga memadati alun-alun untuk membeli sembako dengan harga murah, Jumat (5/6).

 

 

 

MAGELANG – Selama tiga bulan, Juni-Agustus 2026 ini Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang mengadakan kegiatan sosial tebus murah sembako.

Isi paket sembako yang diberikan mencakup kebutuhan pokok sehari-hari, antara lain beras tiga kilogram (kg), gula satu kg, minyak goreng, mi instan, serta teh. Seluruhnya disusun untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dalam jangka pendek.

Menurut Ketua PSMTI Kota Magelang Slamet Santoso, skema tebus murah dipilih bukan tanpa alasan. Selain untuk menjangkau lebih banyak penerima, pendekatan ini juga dinilai lebih mendidik dibandingkan pemberian bantuan secara cuma-cuma.

Baca Juga: Bedah Rumah di DIY Naik dari Ratusan ke Ribuan Unit, HB X: Kebutuhan Hunian Layak Masih Tinggi  

 Program ini menjadi upaya untuk menjaga daya beli sekaligus martabat penerima manfaat."Kalau semuanya gratis, menurut kami kurang mendidik. Dengan tebus murah, masyarakat tetap merasa ikut berpartisipasi, bukan sekadar menerima," katanya di alun-alun, Jumat (5/6).

Dia menyebut, ada 2.000 paket sembako yang disalurkan. Setiap paket bernilai sekitar Rp 100 ribu, namun dapat ditebus warga hanya dengan Rp 50 ribu. Sejak 2022, PSMTI rutin menggelar berbagai aksi sosial, termasuk pembagian makanan gratis untuk lansia kurang mampu yang dilakukan setiap pekan.

 "Kalau kegiatan sosial, itu rutin. Sekarang ini kami melihat kondisi ekonomi memang tidak mudah, maka kami berinisiatif mengadakan tebus murah sembako," ujarnya.

Baca Juga: Perda KTR Melunak, Pemkab Kulon Progo Gandeng Sponsor Rokok Untuk Acara Hiburan

Warga Kedungsari, Sri Wahyuni mengaku, bantuan tersebut cukup meringankan beban kebutuhan rumah tangganya. Perempuan yang bekerja sebagai buruh lepas itu datang bersama anaknya setelah mendapatkan informasi dari pengurus lingkungan setempat. "Alhamdulillah sangat terbantu. Ini bisa untuk kebutuhan di rumah," bebernya.

Dalam satu rumah, Sri menanggung lima anggota keluarga. Dengan kondisi pekerjaan yang tidak tetap, pengeluaran untuk kebutuhan pokok menjadi satu beban utama yang harus dikelola setiap hari. Dia berharap, program serupa dapat terus berlanjut, mengingat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#tebus murah sembako #psmti #alun-alun #sembako #Kota Magelang