KEBUMEN - DPRD Kebumen meminta proses pembangunan jembatan tidak mengabaikan kepentingan petani terkait kebutuhan pasokan air irigasi untuk lahan pertanian.
Hal ini ditegaskan saat DPRD Kebumen melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan Jembatan Daslim, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, Rabu (3/6).
Anggota Komisi D DPRD Kebumen Safrizal Wahyu Jatmiko menyatakan, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengganggu sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pembangunan jembatan harus memperhatikan keberlangsungan petani. Yakni dengan memastikan aliran irigasi tak terhambat selama proses pembangunan jembatan. "Harus berjalan beriringan. Kalau air sungai ditahan karena proyek, petani yang jadi korban," ungkapnya.
Wahyu menegaskan, ketercukupan air sangat berarti bagi petani, terlebih sekarang sudah memasuki musim tanam. DPRD, kata dia, juga memberikan perhatian agar pelaksana proyek dan instansi terkait melakukan langkah antisipasi demi menjaga distribusi air ke area persawahan tetap lancar.
Termasuk mencari solusi teknis jika ditemukan potensi gangguan selama pembangunan jembatan berlangsung. "Tidak boleh kepentingan petani dan produktivitas pertanian diabaikan," ucapnya.
Baca Juga: Tak Diperpanjang PSIM Jogja, Jebolan Akademi Manchester City Merapat ke PSIS Semarang
Dalam sidak tersebut rombongan Komisi D meninjau langsung progres pekerjaan jembatan. Sejumlah catatan penting disampaikan kepada pelaksana proyek maupun konsultan. Komisi juga meminta agar proses pekerjaan jembatan dapat terselesaikan tepat waktu dan tepat spesifikasi teknis.
"Kami melihat, di lokasi ternyata masih ada pekerja tidak pakai alat pelindung diri. Padahal ini penting demi keselamatan," ucap Wahyu.
Adapun proses pembangunan Jembatan Daslim akan memakan waktu 150 hari kalender. Terhitung sejak 9 Maret 2026 dan berakhir pada 5 Agusus 2026. Jembatan yang berada di jalan K1 atau jalan kabupaten tersebut dibangun menggunakan uang APBD senilai Rp 1,7 miliar.
Baca Juga: Korsleting Listrik, Bawa Ban Bekas dan Oli Eceran Mobil Carry Terbakar di Srumbung, Magelang
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kebumen Kurnia Hadi mengatakan, sebelum pembangunan jembatan dimulai, telah dilakukan kesepakatan antara warga dan peyedia jasa terkait kebutuhan air petani.
Pada intinya penyedia jasa telah memastikan pasokan air untuk area pertanian tidak teganggu selama pembangunan jembatan.
"Air tetap jalan, tapi kemarin di hari tertentu irigasi dikurangi karena pekerjaan. Sekarang posisi bangunan sudah di atas elevasi air, jadi aman," katanya.
Baca Juga: Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen
Dia menjelaskan, tahun ini Jembatan Daslim dibangun karena sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Kontruksi bangunan tidak lagi memungkinkan untuk akses warga.
Adapun sejauh ini progres pembangunan jembatan tersebut telah melebihi target. Pihaknya juga terus memantau perkembangan agar pembangunan dapat selesai sesuai target yang ditentukan.
"Hari ini surplus pekerjaan. Sudah 40,2 persen, syukur Juli sudah selesai pengecoran," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo