Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Api dan Air Waisak Disakralkan di Candi Mendut Magelang, Prosesi di Altar karena Sedang Rekonstruksi

Naila Nihayah • Jumat, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
KHIDMAT: Api dharma dari Sumber Api Abadi Mrapen, Grobogan, tiba dan disakralkan di Candi Mendut, Jumat sore (29/5).
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA KHIDMAT: Api dharma dari Sumber Api Abadi Mrapen, Grobogan, tiba dan disakralkan di Candi Mendut, Jumat sore (29/5).

 

MUNGKID - Prosesi pensakralan api dharma dan air berkah untuk perayaan Waisak 2570 BE/2026 berlangsung di kompleks Candi Mendut dengan penyesuaian. Ritual tidak dilakukan di dalam bangunan utama candi karena tengah menjalani proses rekonstruksi, melainkan dipusatkan di altar yang disiapkan di area luar.


Api dharma yang diambil dari Sumber Api Abadi Mrapen, Grobogan, tiba dan disakralkan pada Jumat (29/5) sekitar pukul 15.40. Prosesi penyambutan api berlangsung khidmat. Api dibawa oleh sejumlah pembawa obor, kemudian ditempatkan mengelilingi area candi.

Baca Juga: Terus Gerilya, PSIM Jogja Sudah Kantongi Nama-Nama  Calon Pemain Baru untuk Musim Depan


 Umat selanjutnya menyalakan lilin pancawarna sebagai simbol penerangan batin. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan doa paritta secara bergantian oleh para biksu dan umat Buddha dari berbagai sangha.


Sementara air berkah yang bersumber dari Umbul Jumprit, Temanggung, menyusul disakralkan pada Sabtu (30/5). Kedua elemen itu menjadi bagian penting dalam rangkaian puja bakti Waisak dan akan dibawa dalam kirab menuju Candi Borobudur pada Minggu (31/5).

Baca Juga: Atasi Keluhan Tahun Lalu, IDM Pastikan Jalur Keluar Borobudur Lebih Terang saat Waisak 2026


 Sekretaris Jenderal Walubi YM Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera menjelaskan, api memiliki makna simbolis sebagai cahaya kebijaksanaan dalam ajaran Buddha. "Api itu umpama terang. Terang itu Dhamma. Dhamma adalah kebijaksanaan untuk melenyapkan kotoran batin, baik kegelapan, kebencian, maupun kebodohan," ujarnya.


Dia mengatakan, cahaya yang dihadirkan melalui api dan lilin menjadi pengingat bagi umat untuk hidup dalam kebijaksanaan dan keharmonisan. "Terang itu makna dari kebijaksanaan. Dengan cahaya itu, kita bisa hidup bersama dan menghilangkan kegelapan," lanjutnya.


Tema Waisak tahun ini, menekankan penguatan dhamma melalui kebijaksanaan dan cinta kasih sebagai jalan menuju kedamaian. Tema itu menjadikan umat untuk senantiasa menumbuhkan Dhamma, membawakan kebijaksanaan, cinta kasih, dan kedamaian.

Baca Juga: PSS Sleman Belum Pastikan Perpanjangan Empat Pemain Asing, Pieter Huistra Berikan Perhatian Khusus ke Gustavo Tocantins 


Sementara itu, air berkah yang diambil dari Umbul Jumprit memiliki makna penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Air digunakan sebagai simbol aliran Dhamma yang terus bergerak, membersihkan kotoran batin manusia.


Dia menegaskan, api dan air merupakan bagian dari empat unsur utama kehidupan dalam ajaran Buddha, selain tanah dan angin. Keempat unsur ini menjadi dasar refleksi spiritual dalam perayaan Waisak. "Semua itu penting untuk kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari perenungan dalam ajaran Buddha," bebernya.


Penyesuaian prosesi tahun ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian terhadap kondisi Candi Mendut yang tengah direstorasi. Menurut Kamsai, langkah itu diambil demi menjaga kelestarian candi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pelaku Modus Ngaku Ketua RT, Gasak Pompa Air Milik Kelompok Tani


Sementara itu, Ketua Dhammaduta Thailand untuk Indonesia Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera menambahkan, rangkaian prosesi ini memiliki tujuan spiritual untuk menghadirkan kedamaian bagi umat. "Api dharma dibawa ke sini untuk didoakan supaya menjadi cahaya bagi dunia dan membawa kedamaian," paparnya.


Kemudian, air suci juga didoakan agar memberikan berkah bagi umat Buddha. Dia menjelaskan, setelah prosesi sakralisasi api dan air, rangkaian akan dilanjutkan dengan kirab menuju Candi Borobudur sebagai puncak perayaan Waisak. (aya/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#candi #Api Dharma Waisak #proses #Air Berkah #waisak