Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sapi Kurban di Desa Jebres, Sruweng Mengamuk dan Rusak Motor Warga

Muhammad Hafied • Rabu, 27 Mei 2026 | 21:45 WIB
INSIDEN : Warga Desa Jabres, Kecamatan Sruweng berjibaku melumpuhkan sapi yang mengamuk saat hendak disembelih, Rabu (27/5). Peristiwa amukan sapi itu juga mengakibatkan sepeda motor warga dan tenda di lokasi acara rusak. (M Hafied/Radar Jogja)
INSIDEN : Warga Desa Jabres, Kecamatan Sruweng berjibaku melumpuhkan sapi yang mengamuk saat hendak disembelih, Rabu (27/5). Peristiwa amukan sapi itu juga mengakibatkan sepeda motor warga dan tenda di lokasi acara rusak. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Suasana perayaan Idul Adha di RT 02/RW 02 Desa Jabres, Kecamatan Sruweng mendadak tegang setelah seekor sapi mengamuk saat akan disembelih Rabu (27/5) pagi. Dalam insiden ini satu unit motor milik warga yang sedang terparkir rusak karena menjadi sasaran amukan sapi.

Peristiwa sapi mengamuk ini terjadi sekira pukul 08.00. Bermula ketika petugas jagal hendak membawa seekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) ke tempat penyembelihan. Namun tak disangka, sapi tersebut tiba-tiba lepas kendali. Petugas bersama warga seketika berupaya mengendalikan keadaan.

Baca Juga: Komisi D DPRD DIY Soroti Kekerasan Jalanan Anak, Peran Keluarga Faktor Utama dalam Pengawasan Anak

Sesaat kemudian, sapi berwarna putih itu justru semakin memberontak. Tali pengikat pada sapi terlepas dan berlari ke arah kendaraan yang sedang terparkir. Akibatnya satu motor milik warga rusak pada bagian bodi setelah menjadi sasaran amukan sapi. "Takut banget. Kok bisa sapinsampai begitu, semua diterjang," kata salah satu warga Nurhasanah kepada Radar Jogja.

Suasana semakin tegang ketika sapi semakin sulit dikendalikan. Selain motor, sapi tersebut juga nyaris merobohkan tenda acara setelah terseruduk. Melihat kejadian itu masyarakat yang berada di lokasi langsung berhamburan karena takut terkena amukan sapi.

Baca Juga: 10 KDMP di Kulon Progo Terima Bantuan Mulai dari Kendaraan Roda Tiga hingga Truk

Petugas jagal hewan kurban Aggih Trianto, 31, menjelaskan, ada banyak faktor hewan ternak berubah menjadi agresif. Salah satunya kerumunan warga yang membuat hewan merasa terancam. Kemudian, jika melihat lokasi penyembelihan, titiknya berada tak jauh dari rel kereta. Tingginya intensitas kereta yang melintas menurutnya juga berpengaruh terhadap kondisi sapi. "Saya sudah usul, tahun berikutnya harus dibuat tempat khusus. Tidak dekat warga sama jalur kereta," ujarnya.

Dengan modal kekompakan dan kesabaran warga, sapi tersebut akhirnya berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun sejumlah petugas mengalami luka ringan saat berupaya menenangkan sapi. "Saya kebanting dua kali, tapi masih aman cuma luka sedikit," ungkapnya. (fid)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#desa jebres #idul adha #sapi #penyembelihan #Kecamatan Sruweng