Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapolres Sebut Teror Pocong Produk AI, Warga Kebumen Mengaku Tak Takut

Muhammad Hafied • Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

 

Ilustrasi hantu pocong.
Ilustrasi hantu pocong.

 

KEBUMEN - Polres Kebumen menegaskan informasi terkait teror pocong yang beredar luas di media sosial (medsos) tidak benar alias hoaks. Berdasar hasil penelusuran petugas, gambar maupun video soal pocong diketahui merupaka hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengimbau agar masyarakat tetap tenang menyikapi maraknya isu teror pocong yang ramai beredar di medsos.

Dia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kejadian atau kasus teror pocong di wilayah Kebumen. "Banyak informasi yang ternyata hoaks atau video AI," kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Senin (25/5).

Baca Juga: Guna Pastikan Keberhasilan Program Pemkot Jogja, DPRD Kota Jogja Segera Lakukan Cek Fakta

Kapolres meminta masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa terhasut informasi hoaks. Dia juga mengajak masyarakat tidak mudah terpancing dengan beredanya informasi miring di medsos.

Jika ditemukan gangguan keamanan dan ketertiban, masyarakat dapat segera menghubungi layanan polisi melalui saluran 110. "Untuk wilayah Kebumen tidak ditemukan kejadian seperti yang ramai di media sosial," tegasnya.

Beberapa hari belakangan, dunia maya dihebohkan beredarnya video maupun tangkapan layar dengan tampilan sosok menyerupai pocong.

Baca Juga: BMKG Yogyakarta Prediksi di Akhir Bulan Mei Cenderung Sering Turun Hujan, Ini Sebabnya 

 Bahkan dalam beberapa unggahan, sosok dengan pakaian serba putih tersebut mengetuk pintu rumah warga sambil membawa senjata tajam. Dalam narasi disebutkan sosok tersebut datang dengan niat untuk melakukan aksi kejahatan.

Menanggapi isu tersebut, seorang warga Kecamatan Sruweng, Surya Pradikas, 37, menilai masyarakat tidak perlu panik jika benar ada orang yang mengenakan kostum pocong untuk menakut-nakuti warga. Menurut dia, seseorang yang mengenakan kostum pocong justru akan kesulitan bergerak karena bagian tangan dan kaki terikat kain.

 Kondisi itu dinilai akan memudahkan warga untuk menangkap pelaku jika benar melakukan tindak kejahatan. "Sebenarnya tidak perlu takut. Justru lebih mudah diringkus karena geraknya terbatas," bebernya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kapolres kebumen i putu bagus krisna #teror pocong #produk ai #kebumen #Medsos