MUNGKID - Media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredarnya video yang menarasikan kemunculan pocong bersajam di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Informasi yang viral tersebut sempat memicu keresahan warga, terutama di Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik.
Namun, polisi memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks. Video yang beredar luas, salah satunya melalui akun Instagram @liputan.magelang, menampilkan sosok menyerupai pocong sambil membawa senjata tajam.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, DPP Kota Jogja Klaim Nihil Temuan Ternak Bermasalah: Pastikan Ribuan Hewan Kurban Sehat
Dalam keterangan unggahan, disebutkan kejadian itu terjadi di wilayah Desa Sambak, Kajoran, bahkan diklaim telah meluas hingga Kaliangkrik. Narasinya juga mengaitkan fenomena tersebut dengan modus kriminal untuk menakut-nakuti warga, seperti yang sebelumnya sempat ramai di wilayah Jabodetabek.
Plt Kapolsek Kajoran AKP Darmawan membenarkan adanya kepanikan warga akibat informasi yang beredar di media sosial. Namun, setelah dilakukan penelusuran, dia tidak menemukan adanya kejadian seperti yang dinarasikan.
Dia menyebut, warga sempat berkumpul di rumah kepala dusun untuk antisipasi. Namun dia memastikan, hingga saat ini kondisi di Sambak aman dan kondusif. "Tidak ada kejadian apa pun. Informasi itu murni dari medsos," ujarnya, Minggu (24/5).
Baca Juga: Soroti Maraknya Kasus Geng Sekolah, DPRD Kota Jogja Desak Pemkot Kaji Akar Masalah
Hal senada disampaikan Kapolsek Kaliangkrik AKP Achirul Yahya. Dia mengatakan, polisi telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Dia juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih jika berpotensi menimbulkan kepanikan. "Hasil koordinasi kami, tidak ada kejadian seperti itu. Kemungkinan besar informasi tersebut hoaks," kata Achirul.
PS Kasi Humas Polresta Magelang Ipda Ady Lilik Purbianto mengimbau warga untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. "Jangan mudah terprovokasi dan tidak perlu panik," bebernya.
Dia juga menegaskan, warga diminta segera melapor ke aparat melalui layanan darurat 110 apabila menemukan indikasi tindak kriminal di lingkungan sekitar. Ady pun mengajak warga untuk tetap tenang dan mengedepankan verifikasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang beredar. (aya)