KEBUMEN - Presiden Prabowo Subianto berkesempatan menyaksikan panen raya udang di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen Sabtu (23/5). Panen raya kali ini merupakan kelanjutan dari panen parsial yang telah dilakukan awal Mei lalu.
Kedatangan Prabowo ke Kebumen ini menjadi kunjungan kerja perdana setelah dirinya menjabat sebagai presiden. Sebelumnya, pada awal Maret 2023, Prabowo sempat berkunjung ke Kebumen. Tepatnya ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kala itu, dia bersama menteri lain turut mendampingi presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri beberapa agenda kerja, termasuk peresmian BUBK Kebumen yang hari ini dikunjungi.
Prabowo tiba di lokasi acara sekira pukul 11.00. Dia datang dengan menggunakan helikopter kepresidenan. Dengan mengenakan kemeja safari warna krem dan bertopi biru tua, dia tampak bercengkrama dengan pekerja di BUBK. "Saya diberi laporan, satu hektare ini menghasilkan 40 ton dan harga sangat bagus," ucap Prabowo dihadapan menteri dan pejabat yang hadir.
Menurutnya, BUBK Kebumen menjadi motor penggerak ekonomi karena mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Selain itu, dia juga cukup lega karena tambak modern itu menjadi penyangga kebutuhan udang dalam negeri, bahkan telah bernilai ekspor. Melihat efek domino yang dihasilkan, pemerintah kini sedang menyiapkan proyek serupa di daerah lain dengan lahan jauh lebih luas. "Kami sedang membangun di Waengapu 2.000 hektare. Dan kami juga akan bangun di Gorontalo 200 hektare," ungkapnya.
Baca Juga: Catat!!! Berikut Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Matchday Bulan Juni Lawan Oman dan Mozambik
Seperti diketahui, BUBK Kebumen dibangun pada 2022-2023 dengan total luas lahan 100 hektare. Secara rinci luasan area yang terbangun 65 hektare dengan bentang luas kolam efektif 24 hektare. Konsep budi daya udang modern tersebut mengusung prinsip best practice dengan mengedepankan metode operasional terbaik. Yakni, dengan memadukan ilmu pengetahuan, teknologi dan menejemen terukur secara terintegrasi.
Saat ini, BUBK Kebumen telah memasuki tahun keempat operasi dengan penyerapan 645 pekerja dari warga lokal. Secara keseluruhan terdapat 139 petak kolam dengan potensi nilai produksi per tahun Rp 134,4 miliar. Siklus produksi kawasan budi daya udang modern ini tercatat mampu menghasilkan 960 ton udang per sekali panen.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, konsep yang diusung dalam BUBK Kebumen telah memenuhi standar industri budi daya udang terbaik. Dia bersyukur karena udang yang dihasilkan dari BUBK telah memenuhi harapan secara kualitas dan kuantitas. Trenggono menyebut, udang jenis vaname itu juga untuk menjawab kebutuhan pasar ekspor seperti di belahan Eropa, Amerika, Jepang, hingga Tiongkok. "Panen yang kedelapan ini membuktikan per hektare mencapai target terbaik," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita