MAGELANG – Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama Pemkot Magelang dalam mengembangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Di tengah sempitnya ruang pembangunan di wilayah perkotaan, pemkot kini tengah mencari berbagai skema alternatif agar program tersebut tetap bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengakui, kondisi geografis Kota Magelang yang terbatas membuat setiap rencana pembangunan harus melalui pertimbangan matang.
"Keterbatasan lahan ini memang jadi tantangan. Tapi tetap kita carikan solusi agar program ini bisa terus berjalan dan menjangkau wilayah lain," ujarnya, Selasa (19/5).
Baca Juga: Pemkal Palihan Minta Percepat Penggantian TKD, Pergub Baru Bukan Menjadi Kendala
Sebagai kota dengan luas wilayah yang relatif kecil, Magelang tidak memiliki banyak ruang kosong untuk pembangunan infrastruktur baru. Karena itu, pemkot mulai mengidentifikasi lahan-lahan yang masih memungkinkan untuk dimanfaatkan, termasuk aset yang belum optimal digunakan.
Satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan tanah kosong di kawasan permukiman, seperti yang direncanakan di Kelurahan Magersari. Selain itu, pendekatan integrasi dengan fasilitas yang sudah ada juga menjadi alternatif untuk menekan kebutuhan lahan baru.
Langkah ini, kata Damar, dinilai penting agar program KDMP tidak berhenti hanya di satu titik, tetapi dapat berkembang secara merata di tiga kecamatan. Saat ini, Kota Magelang telah memiliki satu gerai KDKMP di Kelurahan Wates.
Baca Juga: Tampil Konsisten namun Kontrak Segera Habis, Masa Depan Franco Ramos di PSIM Jogja Masih Tanda Tanya
Koperasi ini dibangun di kawasan Rusunawa Wates, memanfaatkan lokasi yang berada di tengah permukiman padat. Keberadaan KDKMP Wates dinilai strategis karena langsung menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar rusunawa dan lingkungan sekitarnya.
Model ini, lanjut dia, sekaligus menjadi contoh bagaimana keterbatasan lahan bisa diatasi dengan memaksimalkan ruang yang tersedia.
"Lokasinya sangat strategis karena berada di tengah masyarakat. Harapannya bisa langsung dirasakan manfaatnya," bebernya.
Baca Juga: Mengulik di Balik Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Sejarah dan
Namun, berbeda dengan pembangunan di daerah yang memiliki lahan luas, ekspansi di Kota Magelang membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel. Setiap lokasi harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada, baik dari sisi ukuran, status kepemilikan, maupun peruntukan ruang.
"Kami sudah mengidentifikasi beberapa lokasi yang akan diajukan. Tinggal menyesuaikan dengan ketersediaan lahannya," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo