MAGELANG - Pemkot Magelang menegaskan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sekaligus instrumen strategis untuk menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, pendidikan merupakan bagian yang paling fundamental dalam peradaban manusia. "Apa pun persoalan yang kita hadapi, kuncinya tetap pendidikan," katanya di halaman Kantor Wali Kota Magelang, Senin (4/5/2026).
Menurut Damar, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan keluar untuk memutus rantai kemiskinan. Dia menekankan, akses dan kualitas pendidikan akan sangat menentukan masa depan masyarakat.
Baca Juga: Jadi Sumber Pendapatan Baru, Desa Kecipratan 10 Persen dari Opsen Pajak Kendaraan
Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan Pemkot Magelang yang saat ini memprioritaskan peningkatan kualitas SDM melalui penguatan sektor pendidikan. Baik formal maupun nonformal.
Dia menjelaskan, berbagai program pendidikan dari pemerintah pusat hingga daerah pada dasarnya telah berjalan selaras. Namun, pemkot dirasa perlu melakukan penguatan melalui inovasi yang menyesuaikan kebutuhan lokal.
Satu langkah yang diterapkan di Kota Magelang adalah kebijakan jam masuk sekolah pukul 06.30. Kebijakan ini, menurutnya, bukan sekadar pengaturan waktu belajar, tetapi bagian dari pembentukan karakter.
Baca Juga: Wah, Target 150 Ribu Wisman Tahun Ini Terancam: Kunjungan Sudah Terlihat Menurun Maret, Faktor Ini Jadi Pemicunya
"Masuk sekolah lebih pagi adalah bagian dari penguatan karakter dan kedisiplinan. Ini kami perkuat agar anak-anak lebih siap menata masa depan," bebernya.
Kebijakan tersebut, lanjut Damar, merupakan adaptasi dari program yang telah lebih dulu digulirkan pemerintah pusat. Kemudian diimplementasikan dengan penyesuaian di tingkat daerah.
Pada kesempatan tersebut, pemkot menandatangani komitmen bersama terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Komitmen tersebut menekankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan non-diskriminasi dalam proses penerimaan siswa. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita