KEBUMEN - Pegelola Budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan menjadwalkan bakal panen raya pada akhir Mei 2026 ini. Dari panen tersebut hasil produksi udang jenis Vaname diproyeksi mencapai 75 ton.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu menyatakan, keberadaan BUBK di Kebumen membawa dampak positif terhadap pasokan udang nasional.
Menurutnya, model BUBK dengan pengelolaan modern ini perlu terus didorong. Selain berorietasi pada hasil, sistem tersebut juga dinilai ramah lingkungan.
"Udang masuk komoditas strategis. Jadi keandalannya harus bisa terus dijaga," ucapnya saat menyaksikan panen parsial udang di BUBK Kebumen, Jumat (1/5).
Dia mengaku senang dengan progres hasil panen BUBK di Kebumen. Terbukti hasil panen parsial dari sembilan kolam mampu menghasilkan 4,2 ton udang kualitas ekspor dengan size atau ukuran berkisar 35-40.
Diprediksi hasil panen parsial kali ini mencapai 46 ton dari total 32 petak tambak. "Panen raya itu akhir Mei 2026 dengan target produksi 75 ton," jelasnya.
Haeru mengatakan, capaian BUBK sebagai tambak udang modern dan terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan produktivitas budidaya udang nasional.
Disebutkan, dampak lain yang dihasilkan dari keberadaan BUBK yaitu berkontribusi terhadap optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Pemerintah, lanjut dia, saat ini juga sedang membangun tempat budidaya udang terpadu dengan lahan seluas 2.000 hektar di Waingapu, Sumba Timur, NTT. Dari langkah ini di harapkan Indonesia mampu menjadi negara penyangga udang berkualitas di pasar internasional.
"Panen udang ini saya kira menjadi momentum penting mendukung kebangkitan sektor perikanan Indonesia, khususnya budi daya udang," ungkapnya.
Sementara itu, pengepul udang Mamat Ekhfar, 41, mengatakan, jika melihat hasil panen udang secara parsial di BUBK menurutnya sudah memenuhi kriteria dan kebutuhan pasar.
Selama ini dia juga cukup puas dengan hasil panen BUBK. Selain dinilai secara kualitas, kuantitas panen juga optimal karena sudah menggunakan sistem kawasan.
Baca Juga: Forda II DIY 2026 Siap Digelar, Pendaftaran By Number 18-22 Mei
"Dengan umur masih 89 hari, size lebih dari 30 itu sudah bagus banget. Kami juga senang karena biasanya panen dari petambak rakyat paling satu ton, ini bisa empat ton sampai delapan ton," terangnya.
Dia mengungkapkan, hasil panen udang dari BUBK Kebumen cukup diminati pasar luar negeri. Selama ini udang jenis Vaname tersebut dikirim ke belahan Eropa dan Jepang.
Dia meminta agar kualitas dan kuantitas udang yang dibudidaya di pesisir selatan Kebumen ini tetap terjaga karena sangat potensial. "Begitu panen masuk pabrik, setelah itu dikirim ke luar negeri," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo