Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kementan Gaspol Regenerasi Petani, Anak Muda Didorong Kuasai Pertanian Modern

Yogi Isti Pujiaji • Selasa, 28 April 2026 | 17:17 WIB
Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial Jawa Tengah pada ajang Pekan Agro Digital & Inovasi (PADI) Jateng 2026 yang digelar di Agro Center Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jumat (24/04/2026).
Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial Jawa Tengah pada ajang Pekan Agro Digital & Inovasi (PADI) Jateng 2026 yang digelar di Agro Center Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jumat (24/04/2026).

Temanggung – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi regenerasi petani sebagai langkah strategis menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Komitmen ini ditegaskan dalam Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial Jawa Tengah pada ajang Pekan Agro Digital & Inovasi (PADI) Jateng 2026 yang digelar di Agro Center Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jumat (24/04/2026).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, yang hadir mewakili Wakil Menteri Pertanian, menekankan bahwa regenerasi petani menjadi kunci masa depan sektor pertanian Indonesia.

“Pertanian saat ini bukan lagi sektor yang dipandang sebelah mata. Dengan dukungan inovasi dan teknologi, pertanian mampu menjadi sektor unggulan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Idha.

Baca Juga: DPRD Kulon Progo Menilai Pemkab Lalai Gaji Guru JLOP Tertahan Hingga Empat Bulan

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, Kementan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari beasiswa hingga akses pendidikan tinggi melalui Polbangtan dan PEPI.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda, khususnya anak petani, untuk mengembangkan diri di sektor ini. Pendidikan dan dukungan terus kami perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa regenerasi petani adalah sebuah keharusan. Ia bahkan mendorong generasi muda untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan dukungan penuh dari pemerintah.

“Bagi anak muda yang memiliki akses lahan, silakan dimanfaatkan. Pemerintah sudah menyiapkan bantuan seperti benih dan pupuk. Ini peluang besar yang harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Dukungan terhadap regenerasi petani juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut rendahnya minat generasi muda menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.

“Anak muda harus kita dorong menjadi petani milenial. Ini profesi mulia sekaligus strategis bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), petani saat ini masih didominasi generasi X sebesar 42,01 persen dengan rentang usia 45–60 tahun.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa regenerasi petani bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar sektor pertanian tetap berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: Musrenbang Jawa Tengah Terima 37 Ribu Usulan Senilai  Rp37,8 Triliun

Dengan dukungan kebijakan, akses teknologi, serta penguatan SDM, Kementan optimistis generasi muda akan menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Editor : Bahana.
#swasembada pangan #Polbangtan YoMa #kementan #Kementerian Pertanian