Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat Mulai Merasakaan Kelangkaan Gas Melon, Harga Juga Alami Kenaikan: Begini Kesulitan Ibu Rumah Tangga Mencari Gas

Muhammad Hafied • Senin, 20 April 2026 | 21:19 WIB
GAS MELON : Pekerja sedang bongkar muatan berisi tabung gas elpiji subsidi di salah satu agen di Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)
GAS MELON : Pekerja sedang bongkar muatan berisi tabung gas elpiji subsidi di salah satu agen di Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Kelangkaan gas elpiji berukuran 3 kilogram (kg) mulai dirasakan masyarakat Kebumen dalam beberapa hari terakhir. 

Selain langka, harga gas melon tersebut juga mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga.

Seperti diungkapkan warga Kecamatan Sadang Anna Seftiayunisa, 29, yang merasa kekurangan persediaan gas elpiji.

Baca Juga: Kombinasi Pemain Senior dan Muda Dapat Atasi Tiga Laga Krusial PSS Sleman

Ia bahkan rela berkeliling ke beberapa pengecer demi mendapatkan gas melon tersebut. "Sudah cari ke beberapa pengecer kosong. Repot misal gas habis," ungkapnya kepada Radar Jogja, Senin (20/4/2026).

Ia meraskaan kondisi ini berlangsung selama sepekan terakhir. Menurutnya, kelangkaan gas bersubsidi tentu tidak diharapkan karena menyulitkan masyarakat.

Khususnya masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada gas elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca Juga: Duduk, Diinterogasi, Lalu Dihabisi: Detik-Detik Ilham Jadi Korban Pengeroyokan Brutal di Bantul, Sempat Ngaku Tak Ikut Geng

Selain langka, kata Anna, harga gas elpiji juga mengalami kenaikan. Artinya harga yang ditawarkan melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Ia berharap, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan gas elpiji tidak menjadi momok besar bagi masyarakat.

"Setiap pengecer beda-beda. Ada yang per tabung Rp 25 ribu, lebih dari itu juga ada," sebutnya.

Baca Juga: Asrama Haji Berbasis Hotel Siap 100 Persen Sambut Ribuan Calon Jemaah Haji, Satgas Embarkasi Sudah Bertugas sejak H-1

Hal senada diungkapkan Dwi Cahyani, 53, warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen.

Baginya, kelangkaan sekaligus kenaikan harga gas melon dampaknya cukup dirasakan masyarakat bawah.

Menurutnya, dua persoalan tersebut merupakan satu rangkaian sebab dan akibat. "Misal ada barang, harganya udah naik. Tidak seperti biasanya," bebernya.

Baca Juga: Masih Ada 99 Sekolah di Gunungkidul tanpa Kepsek Definitif, Target Jabatan Kosong Akan Terisi Awal Mei

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperndag KUKM) Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait kelangkaan gas.

Meski begitu, dari dinas akan mengecek ke lapangan guna memastikan pasokan gas untuk masyarakat.

"Belum, kami belum terima laporan. Coba nanti saya sampaikan ke tim untuk cek," ungkapnya. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#masyarakat kecil #kebumen #kelangkaan #gas melon 3 kg #harga naik