KEBUMEN - Kelangkaan gas elpiji berukuran 3 kilogram (kg) mulai dirasakan masyarakat Kebumen dalam beberapa hari terakhir.
Selain langka, harga gas melon tersebut juga mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga.
Seperti diungkapkan warga Kecamatan Sadang Anna Seftiayunisa, 29, yang merasa kekurangan persediaan gas elpiji.
Baca Juga: Kombinasi Pemain Senior dan Muda Dapat Atasi Tiga Laga Krusial PSS Sleman
Ia bahkan rela berkeliling ke beberapa pengecer demi mendapatkan gas melon tersebut. "Sudah cari ke beberapa pengecer kosong. Repot misal gas habis," ungkapnya kepada Radar Jogja, Senin (20/4/2026).
Ia meraskaan kondisi ini berlangsung selama sepekan terakhir. Menurutnya, kelangkaan gas bersubsidi tentu tidak diharapkan karena menyulitkan masyarakat.
Khususnya masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada gas elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Selain langka, kata Anna, harga gas elpiji juga mengalami kenaikan. Artinya harga yang ditawarkan melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Ia berharap, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan gas elpiji tidak menjadi momok besar bagi masyarakat.
"Setiap pengecer beda-beda. Ada yang per tabung Rp 25 ribu, lebih dari itu juga ada," sebutnya.
Hal senada diungkapkan Dwi Cahyani, 53, warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen.
Baginya, kelangkaan sekaligus kenaikan harga gas melon dampaknya cukup dirasakan masyarakat bawah.
Menurutnya, dua persoalan tersebut merupakan satu rangkaian sebab dan akibat. "Misal ada barang, harganya udah naik. Tidak seperti biasanya," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperndag KUKM) Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait kelangkaan gas.
Meski begitu, dari dinas akan mengecek ke lapangan guna memastikan pasokan gas untuk masyarakat.
"Belum, kami belum terima laporan. Coba nanti saya sampaikan ke tim untuk cek," ungkapnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita