MUNGKID - Setelah sempat terhenti akibat pandemi, Wisata Dakwah Aisyiyah se-Eks Karesidenan Kedu kembali digelar di Lapangan drh Soepardi, Sawitan pada Minggu (19/4) dengan skala lebih luas. Tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan, kegiatan ini juga diarahkan sebagai penggerak ekonomi umat dan promosi destinasi wisata daerah.
Ketua panitia, Jauharoh Hasanah menyebut, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sejak dekade 1970-an. Awalnya hanya berupa kajian kecil, kegiatan ini berkembang menjadi pertemuan akbar yang melibatkan enam daerah se-Eks Karesidenan Kedu.
"Dari kegiatan kecil, kemudian berkembang menjadi agenda besar dengan animo jemaah yang luar biasa," ujarnya, Rabu (15/4).
Baca Juga: Jogja Kalah Skor Kemajuan Kota dengan Surakarta, Begini Tanggapan Wali Kota Hasto Wardoyo
Dia mengatakan, pelaksanaan kegiatan tahun ini menjadi momentum penting karena kegiatan ini sempat terhenti selama pandemi dan terakhir kali digelar pada 2017. Panitia menargetkan jumlah peserta mencapai 12.000 hingga 15.000 orang.
Jauharoh menambahkan, berbeda dengan kegiatan dakwah pada umumnya, konsep 'Wisata Dakwah' menjadi ciri khas yang membedakan agenda ini dari kegiatan serupa di daerah lain. Selain pengajian, kegiatan ini juga dirancang untuk mengenalkan potensi wisata lokal. "Tidak hanya syiar dakwah, tapi juga ikut mempromosikan wisata daerah," kata Jauharoh.
Panitia pun menggandeng dinas pariwisata setempat guna memberikan insentif bagi peserta. Hasilnya, sebanyak 23 destinasi wisata di Kabupaten Magelang bersedia memberikan potongan harga tiket masuk bagi peserta kegiatan.
Baca Juga: Ribuan Jemaah DIY Pamit Berangkat Haji ke Makkah, Termuda 14 Tahun Paling Tua 102 Tahun
Destinasi tersebut tersebar di berbagai wilayah. Mulai dari kawasan pegunungan hingga objek wisata populer seperti Ketep Pass dan pemandian air panas.
Daya tarik kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran tokoh nasional. Rencananya, tausiah akan disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Kehadirannya diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta, sekaligus memperluas jangkauan dakwah ke masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Tampil Lebih Ekspresif dengan Naked Handlebar Honda Vario 125 Street
Selain kegiatan utama, agenda ini juga akan diisi dengan penandatanganan prasasti bantuan revitalisasi untuk 21 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Magelang. Mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
Jauharoh mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pendidikan, yang selama ini menjadi salah satu pilar gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo