MUNGKID - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran (APG) pada Senin (13/4/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.56 itu memicu hujan abu tipis di sejumlah desa di Kabupaten Magelang, khususnya di wilayah yang berada di lereng barat daya gunung.
Berdasarkan data pemantauan, APG meluncur dengan jarak sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, mengikuti alur hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Aktivitas itu terekam dengan amplitudo maksimum 22,11 mm dan durasi hampir 200 detik, menandakan energi luncuran yang cukup signifikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto membenarkan adanya hujan abu di Kecamatan Dukun dan Sawangan sekitar pukul 20.40. Di Kecamatan Dukun, hujan abu terpantau di Desa Paten, Sengi, Krinjing, Mangunsoko, Sumber, dan Sewukan.
Sementara di Kecamatan Sawangan, sebaran abu dilaporkan terjadi di Desa Kapuhan, Ketep, Wonolelo, Gantang, hingga Krogowanan. Meski intensitasnya tergolong ringan, warga diminta tidak mengabaikan potensi bahaya lanjutan.
Baca Juga: Cuma Tanya Terus Pergi, di saat Efisiensi BBM Penjualan Kendaraan Listrik di Kebumen Masih Lesu
"Warga diimbau tetap waspada, terutama menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ujarnya, Selasa (14/4).
Imbauan tersebut, kata dia, berkaitan dengan potensi bahaya sekunder, seperti aliran material vulkanik yang dapat terbawa melalui sungai-sungai berhulu di puncak Merapi. Terutama jika terjadi hujan di kawasan atas.
Selain itu, warga juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Bambang menambahkan, meski tidak menimbulkan gangguan berarti dalam waktu singkat, hujan abu tetap menjadi indikator aktivitas vulkanik yang harus diwaspadai. Terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Warga Desa Sengi, Wawan menyebut, hujan abu yang terjadi tidak terlalu tebal, namun cukup terlihat. "Memang ada hujan abu, tapi tipis," kata dia dalam pesan singkatnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin