Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alun-Alun Pancasila Kebumen Semrawut, Lari di Jogging Track Diseruduk Mobil-mobilan Listrik

Muhammad Hafied • Minggu, 12 April 2026 | 20:02 WIB

 

Kondisi jogging track di Alun-alun Pancasila Kebumen yang tampak semrawut dengan keberadaan permainan mobil-mobilan di jogging track.
Kondisi jogging track di Alun-alun Pancasila Kebumen yang tampak semrawut dengan keberadaan permainan mobil-mobilan di jogging track.

 

 

 

KEBUMEN - Warga Kebumen dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan yang terjadi di kawasan Alun-alun Pancasila pada Jumat (10/4). Dalam insiden ini seorang pelari dilaporkan terluka setelah diseruduk wahana permainan mobil-mobilan.

Kejadian tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam video beredar, korban diketahui Asti Nur An Nisa, 39, warga Desa Adikarso, Kecamatan Kebumen.

 Ia terlihat mencak-mencak dalam peristiwa tersebut. Emosinya naik karena ketika asyik olahraga di jalur jogging track, tiba-tiba ditabrak pengunjung alun-alun mengenakan mobil listrik mainan.

Baca Juga: Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Diharapkan Bawa Ribuan Orang ke Magelang

Suami korban Yuli Angga Prakoso, 40, menjelaskan, persoalan ini telah diselesaikan di polsek setempat dengan cara dialogis. Antara korban dan pemilik usaha dipertemukan untuk saling memaafkan.

Namun, yang menjadi catatan dia bersama istri meminta agar pemerintah tegas terhadap wahana permainan yang masih bebas beroperasi. "Kami tidak menuntut materi atau ganti rugi. Cuma kalau bisa joging track itu tidak buat lintasan mainan," jelasnya kepada Radar Jogja, Minggu (12/4).

Yuli mengatakan, peristiwa yang dialami istrinya menjadi preseden buruk pelayanan sekaligus penggunaan fasilitas umum di Kebumen. Mestinya, kata dia, pemerintah melalui Satpol PP mampu menjamin kawasan alun-alun steril dari keberadaan wahana permainan

Baca Juga: Jangkau Daerah Terpencil, Dishub Bantul Ajukan Dua Rute Angkutan Perintis ke Kementerian Perhubungan

. Sebab, jika terus dibiarkan akan membahayakan pengunjung yang datang untuk berolahraga. "Di komunitas istri saya itu insiden mobil-mobilan nabrak sudah sering terjadi. Mereka tidak mau repot atau ribet laporan gitu ya," terangnya.

Dia berharap dalam waktu dekat pemerintah mampu mengurai persoalan terkait kesemrawutan di alun-alun. Dia tak ingin timbul korban berikutnya akibat Satpol PP selaku penegak peraturan daerah (perda) kurang tegas dalam menertibkan pelaku usaha liar di alun-alun. "Tidak ada tuntutan hukum. Kami minta aturan ditegakkan," bebernya.

Baca Juga: Embarkasi Haji Berbasis Hotel Siap, YIA Pastikan Penerbangan Haji 2026 Dilakukan Secara Langsung ke Jeddah Atau Madinah

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda dan Perkada Satpol PP Kebumen Juniadi Prastyo menyatakan, peristiwa yang dialami korban sudah menjadi catatan khusus di Satpol PP Kebumen. Saat ini pihaknya sedang mencari solusi agar kejadian kecelakaan di jalur lari alun-alun tidak kembali terulang. "Ya, laporan sudah masuk. Segera dirapatkan untuk tindak lanjut," tegasnya.

Juniadi menegaskan, Satpol PP tidak lepas tangan atas keberadaan pedagang liar di alun-alun. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar kawasan alun-alun steril dari pelaku usaha liar. Kendati begitu, pedagang dan penjual jasa mainan di lokasi selalu melawan petugas ketika dilakukan penertiban. "Bukan sekali, dua kali. Sudah sering, tapi ya itu kami selalu dilawan. Mereka ramai-ramai lawan petugas," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#mobil-mobilan #kebumen #Satpol PP #ALUN-ALUN PANCASILA #jogging track