Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang Dibidik Jadi Penggerak Industri Nasional, Targetkan Produksi 3.000 Unit Per Tahun

Naila Nihayah • Kamis, 9 April 2026 | 13:29 WIB
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Anindya Novyan Bakrie. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Anindya Novyan Bakrie. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

 MUNGKID - Presiden Prabowo Subianto bakal meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Kamis (9/4/2026). Pabrik ini tidak hanya menjadi fasilitas produksi, tetapi juga simbol dimulainya penguatan industri otomotif listrik nasional dari sektor kendaraan massal.

Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Anindya Novyan Bakrie menyebut, perusahaan yang dipimpinnya merupakan pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, dengan fokus pada produksi bus dan truk listrik.

Menurutnya, kehadiran pabrik ini merupakan bagian dari misi besar untuk membangun kemandirian industri nasional. Sekaligus mendukung target pemerintah dalam transisi energi dan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Dia mengatakan, VKTR menargetkan kapasitas produksi awal mencapai 3.000 unit per tahun untuk bus dan truk listrik. "Kapasitas ini bahkan dapat ditingkatkan hingga 10.000 unit per tahun seiring perkembangan permintaan pasar," paparnya sebelum peresmian.

Baca Juga: Kontroversi Handsball Marc Pubill, Hansi Flick: Seharusnya Penalti, Kartu Kuning dan Pengusiran

Angka itu, lanjut dia, dinilai masih merupakan tahap awal jika dibandingkan dengan potensi pasar nasional. Saat ini, jumlah bus di Indonesia diperkirakan mencapai 280 ribu unit, sementara truk mencapai sekitar 6,5 juta unit. 

Dia menjelaskan, satu nilai strategis dari pengembangan kendaraan listrik komersial terletak pada efisiensi energi. Jika seluruh armada bus dan truk di Indonesia beralih ke listrik, potensi penghematan subsidi BBM diperkirakan bisa mencapai 5 miliar dolar AS per tahun.

Selain efisiensi, lanjut dia, sektor ini juga dinilai memiliki dampak besar terhadap penurunan emisi karbon. Mengingat bus dan truk merupakan kendaraan dengan tingkat konsumsi energi tinggi.

Berbeda dengan mobil pribadi atau sepeda motor, kendaraan komersial seperti bus memiliki tingkat keterisian penumpang yang tinggi. Sehingga efek pengurangan emisinya lebih signifikan.

Baca Juga: Hansi Flick Tegaskan Barcelona Tidak Akan Menyerah

Anindya menambahkan, di tengah tren elektrifikasi kendaraan pribadi, VKTR mengambil pendekatan berbeda dengan memprioritaskan kendaraan massal. Pengalaman operasional di layanan transportasi seperti Transjakarta menjadi salah satu indikator potensi besar sektor ini. 

Dalam kurun waktu dua tahun, armada bus listrik telah melayani hingga 10 juta penumpang. "Bus ini kendaraan massal. Dampaknya langsung terasa, baik untuk efisiensi maupun lingkungan," jelas Anindya.

Sementara pemilihan Magelang sebagai lokasi pabrik bukan tanpa alasan. Dia menilai, wilayah ini cukup strategis karena menjadi bagian dari jaringan industri karoseri yang telah berkembang di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kalah 0-2 dari PSG di Parc Des Princess, Arne Slot Ungkap Liverpool Masih Memiliki Harapan untuk Bangkit

VKTR pun menggandeng berbagai mitra lokal dalam proses produksi, mulai dari karoseri, pemasok komponen, hingga industri pendukung di berbagai daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Anindya menyebut, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kendaraan listrik berbasis kolaborasi, bukan hanya satu perusahaan semata. "Ini bukan hanya pabrik, tapi bagian dari kebangkitan industri otomotif lokal berbasis listrik," bebernya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pabrik perakitan kendaraan komersial #berbasis listrik #Anindya Novyan Bakrie #Magelang #Industri Otomotif