KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani memastikan akses masyarakat tidak terganggu meski Jembatan Karanganyar ditutup total selama masa perbaikan. Hadirnya jembatan darurat di sisi utara jembatan utama diharapkan dapat difungsikan sebagai penguhubung antarwilayah.
Lilis mengaku tak ingin selama masa perbaikan jembatan aktivitas masyarakat terhambat. Ia juga meminta pelaksana proyek dalam membangun jembatan darurat kondisinya aman dan layak operasional.
"Jembatan darurat dikhususkan bagi masyarakat setempat dan kendaraan roda dua," kata Lilis saat monitoring, Senin (6/4).
Baca Juga: Pedagang Kecil di Kulon Progo Keluhkan Harga Plastik Meroket, Operasional Membengkak
Lilis menjelaskan, perbaikan jembatan berlangsung selama satu bulan, dimulai dari 10 April hingga 10 Mei 2026 dengan anggaran senilai Rp 158,1 miliar. Proyek perbaikan jembatan tersebut masuk dalam bagian paket pekerjaan preservasi Jalan Nasional, mulai dari Kebumen hingga perbatasan Jogja, tepatnya di Karangnongko. "Kami menyadari Jembatan Karanganyar adalah titik vital," ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kebumen Slamet Mustolkhah menyampaikan, berdasar hasil koordinasi lintas sektor upaya penutupan jembatan dilakukan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
Dengan begitu arus lalu lintas khusus kendaraan besar di Jalan Nasional dari arah timur maupun sebaliknya akan dialihkan sementara. "Sudah dirapatkan bersama kementrian terkait. Disiapkan rute ketika jalan ditutup," bebernya.
Selama ditutup instansi terkait telah menyiapkan opsi untuk rekayasa arus lalu lintas. Khusus kendaraan besar dari arah timur nantinya diarahkan untuk melewati Jalan Guyangan menuju Petanahan tembus Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Dari JLLS kendaraan diarahkan hingga simpang Puring atau Buayan. Selepas itu keluar di Simpang Tiga Sangkal Putung dan berakhir kembali di Jalan Nasional. Rekayasa arus lalu lintas ini berlaku untuk arah sebaliknya dari Cilacap atau Banyumas menuju Jogja.
"Dari Jalan Nasional 3 nanti dibuang ke selatan lewat JJLS. Intinya begitu," jelasnya.
Disperkimhub, kata, Slamet akan melakukan berbagai upaya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan selama pengalihan arus lalu lintas.
Dia juga meminta masyarakat tetap mengikuti arahan petugas dan memperhatikan rambu lalu lintas selama proses penutupan jalan berlangsung. "Kami sifatnya membantu saja karena ini hajat kementerian. Nanti dibuatkan rambu untuk pengarahan arus lalu lintas," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo