KEBUMEN - Kabupaten Kebumen mampu bertengger di urutan puncak dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah. Capaian ini terhitung selama periode musim libur Lebaran 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar mengatakan, banyaknya jumlah kunjungan wisata ke Kebumen pada musim libur Lebaran tentu cukup melegakan. Apalagi jumlah lonjakan wisatawan yang datang ke Kebumen mampu menyalip capaian kota-kota besar lain seperti Kota Semarang dan Kota Surakarta. "Ini kabar baik dan positif bagi Kebumen," jelas Frans Minggu (5/4).
Berdasar data pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, lebih dari 5,8 juta wisatawan telah berkunjung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Sebanyak 675.348 wisatawan di antaranya datang ke Kebumen. "Potensi wisata di Kebumen masih banyak. Dan sangat mungkin dikembangkan," ujar Frans.
Frans menyatakan, terdapat beberapa faktor Kabupaten Kebumen menjadi rujukan terlaris kunjungan wisata selama musim libur Lebaran. Antara lain destinasi wisata unggulan di Kebumen cukup beragam, sehingga banyak pilihan alternatif bagi masyarakat untuk menikmati masa liburan. Tak hanya itu, kondisi ini juga didukung banyaknya jumlah pemudik pulang ke kampung halaman. "Kuliner banyak, infrasruktur mendikung dan ada tradisi wisata saat libur lebaran. Saya kira itu menjadi faktor," ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Skor West Ham vs Leeds United FA Cup Minggu 5 April 2026
Merujuk data Disbudparekraf, Kabupaten Kebumen menempati posisi teratas kabupaten/kota paling ramai dikunjungi di Jawa Tengah. Urutan kedua ditempati Kabupaten Klaten dengan jumlah 555.460 kunjungan. Terbanyak ketiga ada Kabupaten Wonosobo dengan 530.150 kunjungan. Setelah itu masuk daftar 10 besar ada Kabupaten Semarang, Surakarta, Demak, Cilacap, Purbalingga, Magelang dan Rembang.
Dari sisi Daya Tarik Wisata (DTW), Kabupaten Kebumen juga turut menyumbang 3 dari 10 destinasi dengan jumlah kunjungan wisatawan tebanyak di Jawa Tengah. Ketiganya merupakan destinasi wisata pantai. Disbudparekraf mencatat urutan pertama jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah ada di Kota Lama Semarang dengan total 304.866 wisatawan. Disusul Masjid Agung Demak sebanyak 141.174 wisawatan. Kemudian, Masjid Syeikh Zayed Surakata dengan 133.209 wisatawan. Urutan empat ada Candi Prambanan dengan jumlah 130.640 wisatawan.
Baca Juga: Peluk Dan Cium Foto Praka Farizal, Istri Tak Kuat Menahan Duka Saat Prosesi Pemakaman
Posisi kelima, ditempati Pantai Mliwis dengan akumulasi 121.379 wisatawan. Lalu, dibawahnya ada Pantai Menganti dengan 89.096 wisatawan. Di urutan ketujuh Makam Sunan Kalijaga Demak dengan capaian 83.880 wisatawan. Selanjutnya, Pantai Setrojenar Kebumen dengan 79.960 wisatawan. Sedangkan urutan sembilan Waduk Tempura Blora total 75.130 wisatawan. Terakhir, Kawasan Dieng Banjarnegara jumlahnya 73.755 wisatawan.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo berharap, data jumlah kunjungan wisata yang tercatat bukan hanya sekadar angka. Tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Dia meminta dinas teknis untuk serius mengawal potensi pendapatan dari sektor pariwisata. Bambang tak ingin terjadi kebocoran PAD dari retribusi obyek wisata dan sektor pendukung lainnya. "Kalau lihat data sudah oke, tinggal bagaimana kontribusi ke PAD kita," ucapnya.
Baca Juga: Tantang Madura United, Fabio Lefundes Berharap Pemain Borneo FC Tampil Maksimal Incar Kemenangan
Bambang menegaskan, pentingnya tata kelola pengawasan terhadap PAD dari sektor pariwisata. Komisi C, kata dia, terus mendorong penguatan pengelolan retribusi berbasis digitalisasi. Dengan begitu pendapatan daerah berjalan sesuai prinsip transparan dan akuntabel. "Tidak cuma fokus jumlah kunjungan, tapi perhatikan juga PAD yang masuk," tegas ketua komisi bidang keuangan dan pendapatan daerah ini. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita