MUNGKID - Kepergian Sertu Muhammad Nur Ichwan, parjurit TNI yang gugur di Lebanon karena kendaraannya terkena ranjau, menyisakan duka. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan dan atasannya di satuan tempatnya mengabdi.
Sertu Nur Ichwan dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin dan loyal. Eks Kepala Kesehatan Kodam IX/Udayana Kolonel Ckm (K) dr Ni Gusti Putu Marianti mengenang almarhum sebagai prajurit yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, terutama saat bertugas di staf Dukungan Kesehatan (Dukkes).
"Dia itu disiplin, loyal. Itu yang paling menonjol dari dia," ujarnya, Rabu (1/4). Meski tidak lama menjadi atasan langsung Sertu Ichwan, Marianti mengaku sudah cukup mengenal karakter almarhum. Keduanya sempat berada dalam satu lingkungan kerja di rumah sakit militer, dengan kantor yang berdekatan.
Interaksi yang terjalin, kata dia, meski tidak intens dalam struktur komando, cukup untuk menggambarkan etos kerja almarhum. Dalam keseharian, Ichwan dikenal sebagai personel yang bekerja tanpa banyak sorotan, namun konsisten menjalankan tanggung jawabnya. "Pernah bertemu karena kami di rumah sakit yang sama, kantornya sebelahan," katanya.
Sertu Ichwan sendiri diketahui bertugas di staf Dukkes Kodam IX/Udayana sebelum diberangkatkan dalam misi ke Lebanon pada 2025 lalu. Namun, proses penugasan itu berlangsung sebelum Marianti menjabat kepala kesehatan, sehingga ia tidak terlibat langsung dalam keputusan pengiriman.
Kehadirannya dalam momen duka ini juga memiliki makna tersendiri. Terlebih, Marianti datang di hari terakhir masa jabatannya, sekaligus mewakili pejabat pengganti yang belum ditetapkan. "Saya ke sini karena hari ini saya pensiun, dan pejabat baru belum ada. Jadi saya mewakili," lontarnya.
Dalam kesempatan itu, Marianti menyampaikan doa dan harapan bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan. Baginya, kepergian Sertu Ichwan bukan hanya kehilangan seorang prajurit, tetapi juga kehilangan sosok anak bangsa yang telah mengabdikan diri dalam tugas negara.
"Saya mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan syahid. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah. Semua ini milik Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Kita harus ikhlas," tuturnya.
Sementara itu, gugurnya Sertu Nur Ichwan dalam misi perdamaian di Lebanon mendapat perhatian khusus dari Pemkab Magelang. Bupati Grengseng Pamuji menilai almarhum sebagai satu putra terbaik daerah yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Bupati menyampaikan duka mendalam sekaligus kebanggaan atas pengabdian almarhum. Menurutnya, tidak banyak putra daerah yang mendapat kepercayaan untuk bergabung dalam misi perdamaian dunia.
"Kami tentu berduka, tetapi juga bangga karena beliau merupakan putra terbaik Kabupaten Magelang yang dipercaya menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia," ujarnya di rumah duka, Selasa malam (31/3).
Kepergian almarhum tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas. "Sudah selayaknya kami dari pemerintah daerah hadir dan turut berbelasungkawa," kata Grengseng.
Terpisah, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman memastikan, seluruh persiapan pemakaman telah dilakukan. Termasuk pelaksanaan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Namun hingga kini jenazah masih berada di Lebanon dan menunggu proses pemulangan ke Indonesia. Dia menyebut, pemakaman rencananya akan dilaksanakan di kampung halaman almarhum di wilayah Dusun Deyangan, Mertoyudan, sesuai permintaan keluarga.
"Kami fokus menyiapkan prosesi pemakaman. Untuk waktu kedatangan jenazah, masih menunggu proses di sana," jelasnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum, TNI juga tengah memproses kenaikan pangkat anumerta dari sersan satu (sertu) menjadi sersan kepala (serka). "Prosesnya masih berjalan, ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau," tambahnya. (aya/laz)