KEBUMEN - Jembatan Karanganyar dalam waktu dekat akan ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan menyusul rencana perbaikan terhadap sebagian konstruksi jembatan yang kini dalam kondisi kritis.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kebumen Slamet Mustolkhah menyampaikan, berdasar hasil koordinasi lintas sektor upaya penutupan jembatan dilakukan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
Dengan begitu arus lalu lintas di Jalan Nasional dari arah timur maupun sebaliknya akan dialihkan sementara. "Sudah dirapatkan bersama kementrian terkait. Disiapkan rute ketika jalan ditutup," bebernya, Selasa (31/3).
Rencananya, jembatan tersebut akan ditutup selama satu bulan, mulai 10 April 2026 hingga pekerjaan selesai. Selama ditutup instansi terkait telah menyiapkan opsi untuk rekayasa arus lalu lintas. Khusus kendaraan besar dari arah timur nantinya diarahkan untuk melewati Jalan Guyangan menuju Petanahan tembus Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Dari JLLS kendaraan diarahkan hingga simpang Puring atau Buayan. Selepas itu keluar di Simpang Tiga Sangkal Putung dan berakhir kembali di Jalan Nasional. Rekayasa arus lalu lintas ini berlaku untuk arah sebaliknya dari Cilacap atau Banyumas menuju Jogja. "Dari Jalan Nasional 3 nanti dibuang ke selatan lewat JJLS. Intinya begitu," jelasnya.
Disperkimhub, kata, Slamet akan melakukan berbagai upaya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan selama pengalihan arus lalu lintas.
Baca Juga: Harga Plastik Bikin Panik, di Kebumen Kenaikan Tak Lagi Harian tapi Berubah dalam Hitungan Jam
Dia juga meminta masyarakat tetap mengikuti arahan petugas dan memperhatikan rambu lalu lintas selama proses penutupan jalan berlangsung. "Kami sifatnya membantu saja karena ini hajat kementerian. Nanti dibuatkan rambu untuk pengarahan arus lalu lintas," ungkapnya.
Terpisah, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kebumen Kurnia Hadi mengatakan, rencana perbaikan jembatan mencakup penguatan struktur dan evaluasi terhadap kelayakan konstruksi, khususnya pada bagian permukaan jembatan.
Dia tak menampik selama ini Jembatan Karanganyar memang sering dikeluhkan masyarakat karena bagian atas permukaan kerap rusak.
"Kalau tidak salah itu dibangun tahun 1980an. Domain pekerjaan punya wilayah Jawa Tengah, tapi kabupaten tetap ikut koordinasi," jelas Kurnia. (fid)
Editor : Heru Pratomo