Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perum Bulog Beli Gabah Petani di Kebumen dengan Harga Layak

Muhammad Hafied • Rabu, 25 Maret 2026 | 23:45 WIB

 

Kepala Pimpinan Cabang Bulog Magelang Ihsan Sura Adilaga beserta jajaran menyaksikan langsung proses penyerapan gabah hasil panen petani di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen.
Kepala Pimpinan Cabang Bulog Magelang Ihsan Sura Adilaga beserta jajaran menyaksikan langsung proses penyerapan gabah hasil panen petani di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen.

KEBUMEN - Pemerintah melalui Perum Bulog memastikan akan melakukan intervensi kepada petani. Berbagai langkah terus dilakukan, salah satunya melalui program penyerapan gabah hasil panen petani dengan harga layak dan stabil.

Kepala Pimpinan Cabang Bulog Magelang Ihsan Sura Adilaga menyampaikan, penyerapan gabah maupun beras petani menjadi bukti bahwa pemerintah hadir. Progam ini juga mempertegas komitmen Bulog untuk berdiri di sisi petani. Dia tak ingin di saat panen raya seperti sekarang, para petani justru mengeluh akibat harga gabah anjlok. "Kami terus muter ke petani dalam rangka swasembada beras," ujar Ihsan saat Sergap Bulog di Desa Jemur Rabu (25/3).

Per hari ini, lanjut Ihsan, Bulog telah menetapkan harga pembelian gabah dan beras di tingkat petani dengan harga layak. Yakni, Rp 6.500 per kilogram untuk jenis gabah kering panen. Sedangkan untuk beras dibanderol harga Rp 12 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup membawa untung bagi kalangan petani karena berada di atas biaya produksi rata-rata. "Sejauh ini respons petani positif. Langsung kami bayar, tidak nanti-nanti," jelasnya.

Selain bertujuan untuk menjaga stabilitas pagan nasional, penyerapan gabah juga sebagai upaya melindungi dari jeratan tengkulak. Dengan harga beli yang layak dan kompetitif diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat. Di satu sisi cadangan beras pemerintah tetap aman dan terjaga. "Bagi petani atau pemilik lahan kalau punya gabah setor saja ke Bulog. Kami beli dengan harga layak," ucapnya.

Adapun Bulog Cabang Magelang tahun ini mematok target mampu menyerap gabah petani sejumlah total 56 ribu ton atau setara beras 62 ribu ton. Gabah tersebut nantinya diambil dari Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo "Tahun lalu target 51 ribu ton tercapai. Tahun ini optimis dan sekarang serapan sudah 24 ribu ton," sebutnya.

Sementara itu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jemur Sutarto, 73, mengaku senang dengan penetapan harga pembelian gabah Rp 6.500 per kilogram. Dengan harga tersebut petani dapat menikmati margin keuntungan yang cukup untuk modal tanam musim berikutnya.

Menurutnya, intervensi pemerintah melalui Bulog dengan memastikan harga gabah yang layak sangat dirasakan dampaknya di tingkat petani. "Petani di sini sangat senang dan diuntungkan. Sebelumnya saya dan teman-teman juga setor ke Bulog," katanya.

Selain harga layak, kata Sutarto, petani juga bersyukur karena diberi kepastian pemerintah terkait harga dan ketersediaan pupuk. Kondisi ini memang menjadi harapan yang selama ini dinanti para petani agar hasil produksi padi lebih optimal. "Biaya operasional dan biaya produksi berkurang dengan adanya program pembelian gabah dari Bulog," sebutnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#swasembada beras #kebumen #gabah #perum bulog #Petani #hasil panen #Bulog Magelang