Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hari Pindah, Bukan Hari Jadi, HUT ke-42 Kota Mungkid Diperingati Sederhana

Naila Nihayah • Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

HISTORIS: Prasasti di depan kantor Pemkab Magelang menjadi satu bukti adanya perpindahan ibu kota dari Kota Magelang ke Kota Mungkid.
HISTORIS: Prasasti di depan kantor Pemkab Magelang menjadi satu bukti adanya perpindahan ibu kota dari Kota Magelang ke Kota Mungkid.

 

 

 

Pemkab Magelang memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-42 pada 22 Maret 2026 dengan nuansa sederhana. Momentum ini bukan sekadar perayaan usia wilayah administratif, melainkan penanda sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Magelang ke Kota Mungkid yang terjadi pada 22 Maret 1984.

 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, tanggal tersebut sejatinya bukan hari jadi Kabupaten Magelang, melainkan hari perpindahan ibu kota pemerintahan.

"Ini hari pindah, bukan hari jadi. Hari pindah ibu kota dari Kota Magelang ke Kota Mungkid," jelasnya.

Di tengah pemahaman warga yang kerap menyamakan HUT Kota Mungkid sebagai hari jadi Kabupaten Magelang, Grengseng menyebut, upaya penelusuran hari lahir Kabupaten Magelang masih terus dilakukan. Kajian tersebut saat ini digarap oleh Bappeda. 

 

Namun, dia menekankan, proses tersebut membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan polemik. "Tapi untuk saat ini kita pakai saja tanggal pindah yang jelas, yang tidak menimbulkan polemik," ujarnya.

 

Menurutnya, penetapan hari jadi daerah bukan sekadar formalitas. Melainkan harus didasarkan pada kajian historis yang kuat dan dapat diterima semua pihak.

Baca Juga: Si Walang Salipan Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 Berkat Komunikasi dengan Ayahnya saat Red Flag

Berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan upacara dan nuansa budaya, peringatan HUT ke-42 Kota Mungkid tahun ini digelar lebih sederhana. Pemkab Magelang memilih tidak menggelar upacara besar dengan balutan pakaian adat maupun seremoni formal. 

 

Sebagai gantinya, peringatan diisi dengan kegiatan tirakatan pada malam hari. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan momentum yang berdekatan dengan Idul Fitri. "Tidak tepat kalau kita memaksakan euforia, karena ini bersamaan dengan Lebaran," paparnya.

 

Sebagai bentuk perayaan yang lebih membumi, rangkaian HUT Kota Mungkid akan disambungkan dengan tradisi budaya. Yakni kegiatan gerebek kupat yang menjadi agenda tahunan di Kabupaten Magelang.

Melalui konsep ini, lanjut Grengseng, pemerintah daerah berupaya menggabungkan nilai historis, budaya, dan kebersamaan warga dalam satu rangkaian peringatan.

"Setelah tirakatan, nanti kita lanjutkan dengan gerebek kupat. Kita sambungkan momentum ini," bebernya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #kabupaten #Mungkid #Hari Jadi #kota #HUT #Grengseng Pamuji