Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Vakum Tiga Tahun, Ogoh-Ogoh Kembali Diarak Umat Hindu Magelang, Jadi Pembuka Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi

Naila Nihayah • Minggu, 15 Maret 2026 | 20:00 WIB

BERSEMANGAT: Peserta kirab budaya membawa tiga ogoh-ogoh yang diarak dari Artos Mall menuju Pura Wira Bhuana Sabtu (14/3) sore.
BERSEMANGAT: Peserta kirab budaya membawa tiga ogoh-ogoh yang diarak dari Artos Mall menuju Pura Wira Bhuana Sabtu (14/3) sore.

MUNGKID - Ribuan warga memadati sepanjang jalan dari Artos Mall menuju Pura Wira Bhuana Sabtu (14/3) sore. Iring-iringan ogoh-ogoh yang diarak perlahan oleh puluhan peserta itu menarik perhatian warga di sepanjang jalan. Arak-arakan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi kembali digelar setelah sempat vakum selama tiga tahun.

Penasihat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang I Gede Suwarti menjelaskan, kegiatan kirab budaya ini merupakan upaya untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Hindu. "Khususnya tradisi masyarakat Bali yang tinggal di Magelang," bebernya usai kirab budaya.

Dalam wujudnya, tubuh ogoh-ogoh digambarkan penuh dengan ornamen emas dan permata sebagai simbol kehidupan glamor yang dapat menjerumuskan manusia dalam sifat tamak. Di tangan kanannya, sosok tersebut memegang seekor babi yang melambangkan eksploitasi sumber daya secara berlebihan demi kepentingan pribadi.

I Gede mengatakan, ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam kirab budaya tersebut justru menggambarkan sifat yang bertentangan dengan nilai yang ingin diajarkan dalam konsep Catur Netra. "Dalam ajaran tersebut, kata catur berarti empat, sedangkan netra berarti mata atau penglihatan," katanya.

Konsep ini, kata dia, mengajarkan manusia untuk melihat kehidupan dari empat arah atau sudut pandang yang berbeda dengan sikap positif. "Catur Netra mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang dengan sikap yang baik dan positif," sambungnya.

Editor : Sevtia Eka Novarita
#phdi #Kabupaten Magelang #Umat Hindu #Pura Wira Bhuana #parisada hindu dharma indonesia #ogoh-ogoh #Hari Raya Nyepi #Catur Netra