Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terbangun saat Api Berkobar, Santri Pondok Pesantren Assidiqiyah Puring Berhasil Selamatkan Diri

Muhammad Hafied • Kamis, 12 Maret 2026 | 21:15 WIB

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api yang menghanguskan bangunan lantai dua Pesantren Assidiqiyah pada Kamis (12/3) dinihari. (Dokumentasi Damkar Satpol PP Kebumen)   
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api yang menghanguskan bangunan lantai dua Pesantren Assidiqiyah pada Kamis (12/3) dinihari. (Dokumentasi Damkar Satpol PP Kebumen)  

 

 

 

KEBUMEN - Kebakaran hebat terjadi di Pondok Pesantren Assidiqiyah di Dukuh Juru Tengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring pada Kamis (12/3) dini hari. Peristiwa ini menghanguskan seluruh bagian bangunan lantai dua pesantren.

Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kebumen Rokhmat Zuhri menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 02.30. Api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua pesantren.

Tepatnya di ruangan yang digunakan sebagai kamar santri. Meski tak ada korban jiwa, kebakaran menimbulkan kerugian ditaksir mencapai Rp 450 juta.

"Pos Damkar Petanahan menerima laporan dari pengasuh ada peristiwa kebakaran," ungkapnya.

 

Kobaran api pertama diketahui oleh seorang santri yang terbangun dari tidurnya. Santri tersebut melihat api sudah membakar sebagain ruangan asrama. Melihat kejadian ini para santri langsung bergegas memadamkan api sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran (Damkar) datang ke lokasi.

"Kami menerjunkan tujuh regu. Untuk objek yang terbakar berupa bangunan sekolah dan pesantren," jelas Zuhri.

Semetara itu, Kapolres Kebumen I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, tim identifkasi polres telah datang ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut. Di lokasi petugas menemukan sejumlah barang elektronik yang terbakar. Selain itu juga ditemukan sambungan kabel listrik yang diduga tidak standar.

Menurut kapolres, dugaan sementara peristiwa kebakaran berkaitan dengan instalasi listrik di lantai dua bangunan. Namun demikian, proses penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. "Kami masih melakukan pendalaman terkait sumber api," jelasnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara, bangunan pesantren terdiri dari dua lantai. Lantai pertama sebagian mengalami dampak kebakaran. Khususnya di ruang unit kesehatan yang diduga terbakar akibat material kayu dari atap lantai dua yang jatuh saat terbakar. Sementara ruang kelas di lantai satu tidak ditemukan bekas terbakar.

Adapun lantai dua merupakan area paling parah terdampak. Di lokasi tersebut terdapat ruang belajar, gudang, serta enam kamar santri dengan sekat menggunakan bahan triplek, bambu, plastik bekas, seng dan baliho. Sebagian lantai juga menggunakan material kayu. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #ponpes #Kebakaran #puring #lantai dua #santri