HANGUS : Sebuah mobil pengangkut pertalite terbakar di Jalan Nasional III, tepatnya di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng pada Rabu (4/3) malam. (Dokumentasi Polres Kebumen)
KEBUMEN - Tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar dalam insiden terbakarnya mobil di Jalan Nasional III, tepatnya di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng pada Rabu (4/3) malam. Peristiwa ini terjadi ketika mobil yang diketahui sedang mengagkut bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tersebut tiba-tiba terbakar di lokasi kejadian.
Kejadian ini bermula sekira pukul 22.45 ketika mobil Mitsubishi SS bernomor polisi AA 1967 GJ melintas dari arah barat ke timur. Sesampainya di timur SPBU Klapagada, Sruweng mobil tersebut terbakar.
"Kendaraan tiba-tiba mengeluarkan api," jelas Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Kamis (5/3).
Baca Juga: Libatkan 60 UMKM, Gelaran Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil Bakal Dihelat di Jateng
Kapolres menerangkan, saat kejadian sopir bersama dua penumpang sempat panik. Mereka lalu berupaya melompat ketika melihat kobaran api. Setelah berhasil keluar, mesin mobil tersebut diduga masih dalam keadaan hidup. Hal ini membuat kendaraan tetap melaju tak terkendali.
Mobil tersebut lalu menabrak mobil lain, yaitu Honda Accord dengan pelat nomor B 1968 NBD yang sedang terparkir di depan rumah warga. Kencangnya laju mobil baru berhenti setelah menghantam bangunan pabrik genteng.
Benturan keras itu menyebabkan api membesar dan membakar sebagian pabrik. "Api berhasil dipadamkan sekitar 15 menit kemudian," jelasnya.
Ketiga korban masing-masing Nurhidayat, 27, yang merupakan sopir. Pria asal Desa Padureso, Kecamatan Padureso mengalami luka bakar pada wajah dan sebagian besar tubuhnya. Penumpang lain Jamil Nur Awaludin, 19, warga Desa Padureso dengan luka bakar pada tangan kiri serta kedua kaki.
Selain itu, Dedi Riyanto, 27, warga Kabupaten Purworejo dengan luka bagian kaki. "Ketiganya dalam kondisi sadar saat dievakuasi warga ke rumah sakit," terang kapolres.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai hingga Rp 30 juta. Petugas juga sudah melakukan penyelidkan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya api masih dalam penyelidikan.
"Sumber api belum dapat dipastikan karena sopir dan penumpang masih dalam perawatan" ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo